Diet Sederhana ala Orangtua Jaman Dulu

 

Kemarin mampir sebentar di toko buku, yak sekedar mampir, cuma melihat-lihat, tak membeli satupun jua *ga ada yang nanya woi*

Kebetulan ada diskon akhir tahun padahal, sangat menggoda, ya paling tidak survei dulu lah.  Dan ada satu buku tebal dengan cetakan lux yang menarik perhatian saya.

Yaitulah biografi Titiek Puspa, artis senior di negeri ini, ya ya salah satu bacaan favorit saya kebetulan adalah biografi seseorang, siapapun itu. Dan karena ada salah satu buku yang dipajang tidak terlapisi segel plastik, maka saya baca-baca saya bab pertamanya.

Isi awalnya  adalah tentang masa-masa kecil beliau yang sungguh merupakan sejarah hidup yang luar biasa, hidup di jaman penjajahan memang tak ada senang-senangnya.

Lalu ada bagian kecil yang menarik perhatian saya, yaitu kebiasaan bapak dan ibu beliau, yaitu puasa.  Tak cuma puasa yang biasa dijalankan sebagai ibadah, tapi juga puasa terhadap beberapa jenis makanan tertentu.  Mungkin kalo bahasa kerennya sekarang adalah diet.

Yang saya tahu sebelumnya sih ada yang namanya mutih, yaitu cuma makan nasi putih seharian.  Eh ternyata ada lima macam puasa lagi.

Kebiasaaan orang tua beliau yang lainnya adalah *saya lupa istilah-istilahnya* puasa makan yang mengandung garam, kemudian puasa dari makanan lain selain buah-buahan, cuma makan sayur-sayuran, dan cuma makan umbi-umbian.

Dan saya pikir itu logika kebiasaan orang-orang jaman dulu yang sudah teramat jarang dilakukan sekarang, yang membuat badan sehat, soalnya makanan yang dikonsumsi terkontrol secara tak langsung.

Contohnya puasa makan tanpa garam seharian, logikanya kan mengatur kadar garam dalam tubuh, kira-kira demikian.  Katanya kalo kebanyakan garam bisa darah tinggi pula.

Dan memang, program diet itu kan intinya adalah mengatur pola makan, biar pun pake program secanggih apapun, pake olahraga sekeras apapun, kalau tak bisa menahan diri dari godaan makanan ya ambyar semua programnya.

Tak pelak lagi, program ‘puasa’ adalah cara yang bagus buat diet, mungkin kalau sekarang ditambah lagi dengan puasa junkfood K

Demikianlah.

—–

*catatan*

*buku biografi mbak Titiek Puspa itu harganya lumayan euy, layak dibeli
*menahan godaan dari makanan enak itu memang .. sungguh..

*diet buku bagus itu juga kadang berat.. apalagi pas akhir tahun..

Advertisements

One Response to “Diet Sederhana ala Orangtua Jaman Dulu”

  1. Asop Says:

    Bener banget. Diet itu bukan berarti gak makan siang, gak makan malam, atau gak sarapan. Itu salah besar.
    Diet itu mengatur pola makan. Biasanya diet yang disarankan itu mengurangi asupan karbohidrat (bukan tidak makan karbo sama sekali) dan membagi makan besar ke dalam porsi kecil enam kali sehari. 🙂

    Tentu, cara makan binaraga seperti ini, bedanya makanan mereka mengandung banyak sekali protein. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: