Knock knock knock ..

Agni tenggelam dalam bacaannya, buku hijau bergrafir judul The Girl Who Kicked the Hornets Nest, kedua telinganya tertutup oleh headphone, inderanya tampak larut dalam buku dan lagu entah yang sedang didengarnya. 

Itulah sore yang hangat di bawah salah satu Ficus benjamina yang di alun-alun kota.  Luas dan ramai, ada yang sama-sama menikmati sore, ada yang jualan, ada yang sepasang, serombongan dan juga yang asik sendirian, seperti dirinya.

Tak lama, bahu kirinya ada yang menyentuh pelan.  Menoleh, lelaki berkemaja kotak-kotak biru hitam itu langsung duduk disampingnya.  Volume iPod di pelankan, tak dimatikan.

“Udah lama ?” Sekilas bertanya, sambil bongkar muatan ranselnya.  Mengeluarkan notebook dan meng-on-kannya.  Juga menancapkan kabel headphone di sisi kanan notebook, colokan berwarna hijau.

Keduanya lalu malah asik tenggelam dalam dunianya masing-masing.  Dua menit kemudian, berhadapan, saling bertanya, berbarengan.

“Denger apaan sih ?” Lalu tertawa, bersamaan, walau beda cemprengnya.

“Knockin’ on heavan’s door’  Menjawab bersamaan pula, lalu sama-sama mengernyitkan kening.

“U2?”
“Avril!”

“Itu kan lagu barunya U2, Ag !”
“Lah itu lagu lamanya Avril lagi”

Tak lama, seorang pengamen datang, basa basi memperkenalkan diri singkat, lalu memetik gitarnya, rapi, memasuki intro, lalu sebaris lirik pun terdengar, merdu..

Mama, take this badge off of me,  I can’t use it anymore
It’s gettin’ dark, too dark for me to see..

Belum sempat menyelesaikan bagian pertama lagunya, keduanya langsung nanya sama yang ngamen..

“Nah, itu lagunya U2 kan, mas ?”
“Ah, Avril pastinya kan, mas ?

Suara gitar terhenti, lalu pengamen itu memandang bingung pada keduanya.
“Kalian ngomong apa sih, saya barusan bawain lagunya Guns n Roses kok..”

Dan sore pun semakin membingungkan..
Sama-sama ngotot-dan tak ada satu pun yang benar-benar benar
Pengetahuan manusia, bahkan soal lagu pun, mbingungi terbatasnya

….

“Eh kamu lagi baca the girl who kicked the hornet’s nest ?”
“Iya kenapa ?”
“Aku punya filmnya, itu bagian ketiga dari trilogi Blomkvist and Salander kan ?..”
“Trilogi Millenium Series ah..”

Hedeh …

*catatan singkat :
*
itulah sebuah lagu yang ternyata banyak cover versionnya, ada sepuluh jeh..
*saya sukanya tentu versi G n R
*trilogi Salander n’ Blomkvist karangan Stiegg Larsson yg fenomenal.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: