Mengumpat, Mengejar, lalu..

Jadi, motor itu melaju dijalan sempit tanpa tengok kiri kanan, nyaris nabrak seseorang.  Saya pun teriak, berteriak yang kasar, luapan umpatan dan kesal.  Tak disangka ada yang terpancing, mengejar pengendara motor.  Yang dikejar tampaknya malah memelankan motornya setelah tau dikejar. Saya sendiri malah menjauh  saja.

Tak lama, ada keributan, sesosok tubuh dibopong, seperti ada luka tusuk di entah perut atau dada, saya tanya, ternyata pemuda yang mengejar pengendara motor ngawur itu malah balik dihajar, padahal siapa yang salah ?

Saya ngeri sendiri, saya yang teriak mengumpat, malah yang lain yang terpancing lalu mengejar dan akhirnya menjadi celaka.  Akibat mulut yang mengumpat tanpa tanggungjawab.

Untunglah, saya lalu terbangun, tapi masih saja teringat-ingat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: