Kala Berbagi

Jadi kembali pagi-pagi nonton berita yang sukses bikin geregetan, itulah tentang liputan pembagian daging kurban kemarin di salah satu tempat, dimana seperti kejadian pembagian zakat pas idul fitri, kembali antri, dorong-dorongan trus desak-desakan.  Kasian ngeliatnya, apalagi mayoritas yang antri para ibu-ibu. 😐

Saya cuma membandingkan dengan pembagian daging kurban di sekitar tempat saya tinmggal sekarang, tak ada pake sistem kupon apalagi antri, yang ada adalah panitia yang ngider muterin kampung trus membagikannya ke rumah-rumah, semua berjalan damai dan tenteram.  Sungguh keren, kan ?

Seringkali kepikir kenapa harus jadi ribet, pake ngumpulin orang segala, trus antri, seakan-akan mereka yang memerlukan pembagian atas hak mereka, padahal hakikatnya yang berkurbanlah atau yang memberi yang lebih berkewajiban membagikannya *mbulet*.  Jadi kenapa tak membaginya langsung gitu.  Atau paling ngga gapapa dikumpulin, tapi pas mereka ngumpul itu dibagikan langsung, pihak yang memberi yang mendatangi dan membagikan, bukan sebaliknya.  Ya kadang memang urusan beri memberi gini banyak godaanya sih, terutama pikiran bahwa sudah memberi masa harus pake ribet lagi.  Mungkin begitu.

Eh lupa masih pagi malah udah ngoceh ga jelas gini. Maapkeun.  Cuma bisa geregetan aja sih, tiap tahun gitu, sampai kadang ada yang terluka kan.

Tapi ya seperti biasanya saya cuma bisa ngoceh doang.  Masih lumayan juga itu ada yang niat ngasih. Tapi kan bisa ga pake desak-desakan gitu.  Tapi kan.. ah sudahlah, met hari selasa. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: