Cerita Anak (lagi)

Sehabis membaca tulisan mbak La di blognya, jadi teringat akan sederhananya pola pokir anak-anak, yang sering selalu bikin ngiri, dunia mereka yang sederhana itu selalu terasa dan terlihat indah 🙂

Makanya yang terlihat sederhana itu susah untuk dibuat, misalnya ya cerita yang bisa dipahami anak-anak.  Padahal melihat reaksi mereka yang seneng itu ga ada bandingannya.

Kadang kendalanya adalah, orang dewasa ingin anak-anak melihat sebagaimana cara dia memandang, jarang berpikir sebaliknya, berusaha bagaimana caranya agar bisa berpikir seperti anak-anak pula *mulai mbulet*

Makanya sekali lagi, majalah anak-anak yang saya suka baca sampai sekarang adalah Bobo itu, tulisannya sederhana, walau kadang ada juga yang nulisnya rada berat, tapi tetap saja ringan dan ada sebaris pesan moral dalam tiap cerita, tak terkesan menggurui juga.

Lalu ya cerita itu lebih keren kalo disampaikan oleh orang dewasa dengan menyenangkan, ya mendongeng dengan cara yang asik itu ternyata tak mudah.  Memasuki dunia anak-anak yang sederhana itu tak akan ada habisnya, dan selalu terasa menyenangkan.

Eh ada yang mau berbagi contoh cerita anak-anak bikinan sendiri disini, saya mau baca , skalian mau belajar gitu 😀

One Response to “Cerita Anak (lagi)”

  1. Asop Says:

    Bahkan orang dewasa sekalipun merasa ingin jadi anak-anak kembali. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: