Pilihan Angkutan Lebaran

Sudah siang lagi, di hari yang ke 26 di bukan agustus sekaligus di bulan ramadhan, marilah saatnya posting lagi, yaitu tentang.. ah masa makanan lagi, bosen ah.  Minuman aja gimana ? *hening*

Mending tidak juga, baiklah tentang bermacam-macam angkutan umum saat lebaran saja, yang pernah saya naiki, eh saya tumpangi, beserta kelebihan dan kekurangannya.  Tapi walaupun begitu, rasanya saya ga pernah naik pas lebarannya *mbulet*.  Mari kita urai satu persatu.

Pesawat terbang.  Nah ini angkutan paling cepat, kelebihannya ya enak di perjalanan, ga perlu waktu lama kecuali kebetulan mengalami delay berjam-jam, tapi tetap saja yang tercepat di kelasnya.  Kekurangannya sih ya, cuma tersedia di bandara, jadi cuma bisa cek in di bandara yang jumlahnya terbatas, harus ke bandara dulu sebelum terbang, ga bisa nyegat di tengah jalan.  Terus ya bagasi yang dibawa terbatas, sekitar 20 kilo aja kan bisanya, dan harus bayar airport tax pula. Dan kalo menjelang lebaran gini, kayaknya harus booking tiket jauh-jauh hari biar dapet yang rada murah.

Bis. Ini nih yang tersedia di terminal-terminal terdekat.  Relatif murah dan biasanya kalau jaraknya rada jauh, plus bonus makan.  Kekurangannya ya waktunya relatif lama, dan kalau ada macet harus bersabar.  Kemudian kalo ga biasa dengan suasana terminalnya, ya hati-hati ama calo yang kadang suka rese.

Kereta Api. Nah ini angkutan anti macet, soalnya tidak melewati jalan raya, punya jalan sendiri, dan relatif lebih cepet daripada bis dan angkutan apapun selain pecawat.  harga tiketnya pun bersahabat.  Tapi kekurangannya ya tau sendiri kalo pas lebaran gini, bejubelnya ampun-ampunan, apalagi yang kelas ekonomi, bisa masuk gerbong aja rasanya udah menjadi seorang artis, ngucap : alhamdulillah yah..

Motor. Ini angkutan favorit, karena biasanya punya sendiri, ongkosnya lebih murah, dan bias berhenti kapan saja dimana saja.  Lebih fleksibel ngatur waktu perjalanan. Kekurangannya ya, bawang bawaan lebih sedikit, ga bisa bawa kulkas saat mudik *krik krik*  .

Kapal Laut. Buat yang mudik antar pulau, ga ada yang lebih favorit selain kapal laut.  Walaupun harga tiketnya sekarang beda tipis ama tiket pesawat, tapi ga ada tambahan pelabuhan tax 😐 . Trus barang bawaan ga dibatasi, bawa satu karung juga ga ada tambahan bayar biaya bagasi.  Kekurangannya yaa, apalagi kalau pas ombak gede, mabok laut menanti anda.  Lalu ya biasanya tidurnya di deck, berjejer sama penumpang lain, dan waktunya rada lama.  Kalau naik pesawat sekitar 1 jam, ini bisa duapuluh kali lipatnya 😀

Nah, silakan dipilih angkutan yang kira-kira tepat di kantong dan di hati.

Dan sangat tidak disarankan untuk numpang pada mobil yg nyempil malu-malu seperti di bawah ini.

karena selain dingin, itu salah satu isinya pasti benda di bawah ini, saya kan pas lagi pengen barang itu 😐

*ngitung2 receh buat ke warung*

Advertisements

One Response to “Pilihan Angkutan Lebaran”

  1. Asop Says:

    Kalo boleh milih, saya mau naik pesawat aja…
    Ada sensasi tersendiri saat naik pesawat terbang…. beda ama naik kereta api, yang ada pegel. 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: