Ada Apa dengan Emak

Di negeri ini, salah satu panggilan untuk wanita yang dihormati adalah Mak, bisa Emak gitu juga, pengganti kata ibu yang seringnya dulu muncul di buku pelajaran bahasa Indonesia, ini Ibu Budi.  Ya dulu cuma, ibu Budi yang ngetop, dikenal sejak kelas satu es de.

Tapi tetaplah Mak itu panggilan yang paling fenomenal, paling ngetop menurut saya.

Dulu waktu masih hip alias sedang ngetop-topnya sandiwara radio, ada seorang tokoh yang bernama Mak Lampir, tokoh horor bin antagonis yang anehnya selalu dinanti kehadirannya, walau ketawanya jelek dan rusak kedengarannya, toh malah jadi film, diperankan oleh Ida Pasha.

Selanjutnya adalah Mak Erot yang kondang dengan terapi pembesaran alat vital para pria yang ingin membesarkan perabot perangnya.  Konon hanya dengan bermodalkan beras ketan dan bambu dengan sedikit soft touchmaka merekahlah salah satu anggota tubuhnya.  Eh kok merekah, apa membuncah ya, menggelembung, mungkin, ah sudahlah tak usah dibahas, intinya beliau yang konon sudah wafat itu toh sampai sekarang masih kondang dalam urusan memperbesar sesuatu untuk memperkecil masalah *halagh*

Kemudian yang masih anget-angetnya sekarang adalah sebuah bungkus keripik yang pedasnya minta ampun dengan merk Makicih, dengan omset jutaan per hari.  Dinikmati segenap penggemarnya tanpa henti.

Satu lagi dulu ada yang sering dipanggil emak di serial Keluarga Cemara yang salah satu liriknya lagunya ” terimakasih emak, …”

Ah emak emang tiada duanya ya.

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: