Jūs vaikinai yra Mamos

Mamos ?
Apa itu ?
Kamu belum pernah mendengarnya ?
Belum..

Pernah denger Madre ?
Buku baru itu ?
Sama sebenarnya..

———————–

Itulah sebuah sore saat duduk di dekat sebuah stalagmit beberapa waktu, atau beberapa tahun, ah bukankah waktu itu baru hadir buku Supernova, bukan ?  Lapisan waktu memang suka tertukar-tukar semau-maunya ya?

Sebenarnya di kos, berbekal  sejilid buku tebal tentang Norman Edwin, tahukah kamu, itu tentang almarhum wartawan petualang yang sudah berkeliling negeri ini dalam arti sebenarnya, mengarungi berbagai jeram dengan berbagai level kesulitan, mengikuti alur sungai sampai ke sudut Kalimantan, menyusuri kegelapan perut bumi entah diman-mana, lalu merayapi tebing kering sampai bersalju, mengitari puncak-puncak dunia walau akhirnya tersungkur di Aconcagua, malaikat menjemputnya disana.

Mendadak teringat saat sok jumawa di tebing Batu Hapu padahal cuma bukit kapur dengan ketinggan beberapa meter, gaya berfoto-foto. Bertele-tele, berblitz-blitz. Itu setelah sebelumnya sok tau memasuki berputar-putar di antara stalactite dan stalagmit berhias suara sungai yang suaranya terdengar jelas mengalir di dalam gua.  Kegelapan abadi yang menyelimuti seekor ular yang padahal melingkar tepat di atas kepala.

Lalu ingatkah, lalu malah dihangatkan oleh panas dari api kayu bakar yang menyala-nyala di dapur rumah ibu yang menerima kita bermalam, bertumpuk-tumpuk di lantai tanah rumahnya.  Walau ada yang memakai sleeping bag, aku kan tidak.

Dan kamu sendirian disitu, wajahmu mempias, seakan terlukisi warna emas, pantulan lidah api.  Sendirian saja, dan aku memandangmu dari balik sarung, malam yang sudah dingin waktu itu.  Hujan malah ikut pula turun, padahal tak diundang.  Sebenarnya untuk apa perjalanan panjang kita, selain hanya untuk diingat-ingat di waktu depan ? Hanya untuk itukah kau pikir ?  Lalu seakan terlupakan bagian sulit, seperti saat karabiner yang tak terpasang sempurna. Leader pun bahkan tak melihat, dan apakah kau pikir saat itu nyawa pun tak ada artinya?

Mamos, kamu sudah tahu sekarang?
Masa dulu yang tak jelas,
dan sekarang pun masih samar-samar.

Percayalah, kau tetaplah mamos.
Kau itu sebenarnya aku sendiri, yang bercerita tentang aku sendiri, yang dulu adalah dikelilingi kawan-kawan yang hebat.  Sekarangpun masih begitu.  Mana bisa sendiri.

Kau, kalian, adalah mamos.  Tak terbantahkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: