Betul kan apa saya bilang ?

 

Kadang kalimat di atas adalah kalimat yang tidak begitu suka, soalnya seakan-akan mengiyakan dan memberi pembenaran dari perkataan seseorang akan apa yang telah saya lakukan, seakan-akan kalimat ataupun saran yang dikatakannya adalah mantra yang akan terkabul begitu tersampaikan.

Misalkan ya pas mau jalan gitu, dengan motor yang rantainya sudah memprihatinkan minta diganti, eh ada temen nyeletuk gini “Lhah masih dipaksa jalan, ntar putus rantainya baru tau rasa lhoh!” 

Nah kebetulan ditengah jalan beneran kejadian, pas ketemu lagi dengan temen yang ngomong demikian tadi, biasanya langsung aja nyamber “Nah, betul kan apa yang saya bilang, kejadian kan ?” dengan senyum penuh kemenangan.

Coba ya, bukan doa yang buruk, tapi semisal harapan yang bagus kan bisa, misalnya dengan kalimat manis “Semoga selamet ya sampai tujuan, soalnya rantai motormu sudah uzur, atau ke bengkel dulu, ntar aku yang bayarin” Nah demikian kan jauh lebih baik.

Jadi demikianlah, yang baik-baik akan lebih nyaman memang, walau sering rasanya puas lihat ramalan yang ujungnya jelek terbukti tepat sasaran.

Etapi ini bukan berarti rantai motor saya nyaris rusak lhoh, eh apa memang begitu adanya ya ?
*bergegas ngecek motor di parkiran teras*

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: