tentang Seorang Teman yang Bertanya

Mengingat dan mengamati sebuah tulisan tentang takdir seorang lelaki yang mana sepertinya adalah seorang teman dari seorang warga ngerumpi yang barusan posting soal takdir lelaki soal tolak menolak, baik ditolak permintaannya maupun soal bagaimana perjalanannya menjadi seorang atlet tolak peluru.

Sekilas saya juga ngebaca soal hak untuk menyampaikan perasaan bagi si lelaki dan juga katanya bukan sebuah kewajiban untuk membalasanya. Oh dunia yang kejam memang.  Dari kitab hubungan antar dua manusia dimanapun, itu memang demikian adanya, sering yang memiliki hal prerogatif untuk menghancurkan sebuah permintaan ya perempuan.  Keputusan maha penting ada di tangannya, lelaki harus pasrah.

Dan soal pertanyaan ’emang aku kurangnya apa’ itu tak lebih dari ungkapan kebingungan sahaja, bukan bermaksud sombong atau apalah.  Padahal kan kalo dijawab aja, beres, kalo putus hubungan sana sini ya bingung aja.

Tapi sekali lagi ya memang terserah yg disodorin pertanyaan sih, soal lelaki yang curhat sampe sedemikiannya, ya dengarkan sahaja.  Paling seiring waktu berjalan dia akan tahu sendiri jawabannya.

Memang ya kadang apa lagi gunanya seorang kawan kalo ga ngedengerin masalah yang dialami seorang teman.  Kadang mungkin terasa aneh dan sedikit ngeselin, tapi ya sekali lagi, seorang teman cuma perlu tempat untuk bercerita, kadang cuma seperti itu kok.  Tak lebih.

Kalo ga percaya silakan aja tanya yang nanya, nah mbulet kan ?
:))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: