Selamat pagi, Sensei

Salah satu dari banyak pekerjaan yang saya kagumi adalah seorang yang bertugas sebagai guru, saya jadi inget profesi ini saat tadi malam dan beberapa malam yang lalu nonton sebuah film yang bercerita tentangs eorang guru perempuan yang begitu sayangnya sama anak-anak muridnya yang padahal satu kelas isinya berandal semua.  Tapi hal itu tampaknya bisa diatasi, kebetulan juga sang guru yang satu ini bukan pengajar biasa, konon bu guru bernama Yankum Yamaguchi ini adalah cucu seorang pimpinan Yakuza, eh iya seting ceritanya di Jepang.

Cerita film yang entah judulnya apa itu, akhirnya memiliki ending yang mengharukan, dibawah todongan pistol pimpinan penjahat, dia tak peduli, dan malah melarang murid-muridnya yang mau membantu untuk mendekat, katanya jangan sampai murid-muridnya terlukai oleh sang bandit, dan sekali lagi dia bilang, bahwa hartanya yang paling berharga adalah murid-muridnya. *mbulet ya? biarlah*

Saya jadi teringat akan salah satu ibu guru saya dulu, yang cara ngajarnya ajaib, sabar sekali, dan bikin betah di kelas, bahkan salah satu kawan saya yang tergolong rada bengal tak pernah bolos saat mata pelajaran beliau, keren kan ?  Herannya lagi, apa yang beliau sampaikan asik-asik aja tuh masuk otak, rasanya satu kelas pun nilai pelajaran beliau tak ada yang jelek, bagus semua-muanya.

Jika saja semua guru memperlakukan muridnya sebagai harta yang paling berharga bagi dirinya, rasanya tak aneh juga kalau murid-muridnya pun merasa sang guru adalah sesuatu yang sangat berharga pula.  Saat sang guru tak ada rasanya ada yang hilang, dan itu terbukti saat guru saya itu dulu pindah tugas, saat acara perpisahan, anak-anak kelas satu sampai kelas tiga, tak bisa menahan rasa harunya, nangis-nangisan berjamaah jadinya.

Kemarin entah kapan, saya pernah ngebaca semacam pemilihan guru favorit bagi pembaca salah satu harian di Jawa Timur, dan sering saya ngebaca komen-komen dari para murid tentang guru-guru favoritnya, dan mengasyikkan sungguh melihat apresiasi mereka.

Yah kadang ada juga beberapa guru yang terkesan nyebelin, baik cara ngajarnya maupun pandangannya terhadap muridnya, tapi ya gimanapun, beliau-beliau itulah yang ngajarin kita sesuatu, walau mungkin cuma terasa sedikit.

Demikian saja ah, apakabar wahai bapak ibu guru pagi ini, semoga kalian tetap semangat menghadapi berjuta macam kelakuan murid-muridmu.

😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: