Tulisan di Sore Hari

Seperti memiliki power lebih, padahal sangat terbatas, demikianlah manusia, sukanya menunda-nunda kerjaan, meremehkan persoalan, menganggap apapun akan beres dengan sendirinya seiring waktu yang berjalan, padahal batupun kalo cumam didiamkan yang cuma jadi batu saja gitu, gak bakal bergerak, gak bakal kemana-mana, gak bakal jadi apa-apa.

Jadi demikianlah, seperti guyonan yang sering terdengar tentang siapa itu namanya yang bisa janji mampu membangun seribu candi dalam satu malam dengan bantuan jin karena permintaan mbak Loro Jonggrang, oh iya itu mas bandung Bondowoso, toh akhirnya gagal juga, padahal sudah berusaha semaksimal mungkin, apalagi kalo daya upaya cuma se-emprit, ya mimpi tetep aja bakal jadi mimpi, ga bakal jadi kenyataan, kecuali suatu saat ga sengaja nyepak ceret berisi jin yang ngasih tiga permintaan, itupun kalo ndak pake syarat : wani piro ?

Demikianlah tadi terpikir saat berada di antara tulisan hasil karya orang-orang yang berderet-deret di rak sebuah toko buku. Terbayang segala usaha mereka hingga lembar-lembar kertas itu terjilid dan terpajang disana, bukan main waktu dan segala yang tercurah buat itu ya.

Maka, saya pun kagum aja saat beberapa warga semacam mbak rini bee ataupun mbak rheinfathia atau juga mas novelyzius, mereka bisa merangkai kata menjadi sebuah buku.  Dan tentu semua, siaapun yang nulis disini, di rumah ini sesederhana apapun tulisannya asal ada pesan yang bisa terbaca dan tersampaikan, itupun menarik untuk disimak.

Gak perlu rumit, ga perlu pake bahasa njlimet, yang penting enak dibaca itu aja kok, gimana tulisan yang enak dibaca ya itu tergantung penilaian masing-masing, bahkan mungkin saat kita menuliskannya pun, pasti udah bisa mikir, kira-kira kalau saya aja enakeun ngebacanya mungkin orang lain juga ga aneh kali ngebacanya.  Kira-kira demikianlah menurut saya.

Sok tau sekali kan saya, padahal sampai sekarang juga masih belajar nulis, dan masih belum bisa merangkai kalimat dengan baik dan benar, apalagi sesuai dengan kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar *curcol*

Kembali ke paragraf awal, yang jelas terus berusaha, dalam menulis ataupun dalam hal apapun, agar tujuan tercapai. Demikianlah tulisan yang agak tak berkesesuaian antara pendahuluan, batang tubuh dan kesimpulan ini.   Harap maklum. 😀

Advertisements

One Response to “Tulisan di Sore Hari”

  1. Asop Says:

    *manggut-manggut* 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: