percakapan dengan hujan

siang ini, hujan puas-puas membasahi bumi, tanpa ampun dengan segala deras yang dia punya, tapi aku malah ingin berada di bawah jalinan dinginnya, berjalan pelan bukannya berlari, dibawah kilat yang sesekali meningkahi.. dan siapa yang menyangka lewat butiran hujan ada sayup dia menyapa..

“hey, kamu. ngapain berjalan basah-basahan begitu, dingin kuyup malam sambil tersenyum lagi..”

“hey, kamu juga.  aku sengaja menikmati segala dingin yang kau beri, agar aku kembali ingat ada hangat yang segera memulihkanku dari dinginmu, dan ya sekalian bermain denganmu, aku rindu, kemana aja kamu beberapa hari ini  ?”

“aku sibuk, melanglang jagad raya, menyiram dunia yang selalu berteriak minta diperciki titik-titik air, kecuali di sebagian tempat yang malah seperti memusuhiku, aneh ya ? padahal segala yang mereka sebut bencana, itu kan mereka sendiri yang bikin, kalau saja air yang kujatuhkan dikasih jalan, tak ada itu menggenang lama-lama, lagian mana enak diam disuatu tempat lama-lama, udah kotor ga asik pula”

“kemu curcol ya, hujan ? ya sudahlah mereka toh ga ngerti, bisanya ngeluh doang, merutuk doang, bukannya bersyukur, ntar kalo lama ga ketemu kamu juga ujung-ujungnya nyalahin kesana-sini, sudahlah kamu itu ga punya salah, cuma ngejalanin apa yang harus kau lakukan..”

“iya juga ya, eh kamu kok betah berjalan lambat-lambat gitu, sampe basah kuyup, sekarang sambil tertawa-tawa pula, kenapa ?”

“aku mau ngomong sesuatu, tapi ini biar menjadi rahasia kita ya ?”

“nah, aku suka rahasia, yang sering dibawa uap air dari bumi lalu kukumpulkan menjadi awan yang kemudian kutumpahruahkan kembali ke bumi, banyak rahasia yang kudapati, kalau rahasiamu tadi apa ?”

“aku lagi rindu, berada dibawah rinaimu, membuatku bisa berteriak keras-keras tanpa ada yang tahu, tentang segala cinta yang semoga tersampaikan lewat dingin yang kau beri, smoga saat dirimu nanti menyapanya, dia juga akan tahu..”

“kalo boleh tahu siapa gitu yang kau teriakkan, sampe segitunya, sampai petir pun geleng-geleng kepala, menyerah kalah..”

“bukannya tadi kamu denger?”

“iya, cuma mau memastikan saja, nama yang kausebut itu juga rasanya yang berteriak tak kalah kenceng saat hujan yang kulimpahkan kemarin, kalian gila ya bisa-bisanya memanfaatkan derasnya diriku untuk bertukar rindu..”

“tapi kamu ga keberatan, kan ?”

“iya iyaa, nanti kusampaikan kalau aku menemui dirinya disana, ditempat yang sebenarnya jarang kulewati, jarang sekali mereka memanggilku disana, nah ada pesan lagi nggak ?”

“satu lagi deh, bisikan padanya, kalau aku mencintainya, tak terhingga, hingga mengalahkan semua bulir hujan yang kau jatuhkan sehari semalam pun, tak akan pernah sebanding..”

….

.. dan hujan lalu diam saja, semakin menderas, kembali sibuk membasahi alam, tapi aku yakin permintaanku akan disampaikannya, seperti hari-hari sebelumnya..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: