Dingin gitu

 

Pagi sungguh terasa dingin, angin berkelebat sesuka hatinya, menerpa kulit tanpa peduli tembus ke tulang atau berefek ke hidung.  Tapi dua orang itu malah ngobrol, yang cewek sungguh perhatian, melihat lelakinya setengah menggigil, padahal sudah ada jaket pun.

“Kenapa kedinginan gitu ?”
“Iya angin yang sungguh tak bersahabat..”
“Bukannya udah deket sama aku, mestinya kan anget”
“Harusnya gitu, ah mungkin karena..”
“Karena apaan ?”
“Hangatku udah kubagi padamu semua, jadi sisa dinginnya yang terasa..
“Halagh..”
*gigit-gigit jaket*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: