Aku Menunggumu Tapi..

terlalu banyak alasan sebenarnya, sekedar untuk bertahan menunggumu disini, tapi hanya satu mungkin yang bisa kusampaikan.  Dan engkau dimana pula, selalu tak ada saat kuharapkan ada, begitu sulitkah hanya mendekat sejenak dan sedikit saja, tak banyak-banyak..

aku berusaha menahannya sejak beberapa detik sebelum kau berkata iya dan akhirnya katamu akan datang tergesa, walau nadanya setengah males-malesan, tapi ini kan bukan hari libur, kenapa harus malas ?

cepatlah datang, harapku begitu, tapi sesuatu mendesakku untuk segera beranjak, semua harus tertumpah, tanpa harus menunggumu jua, terpaksa..

dua puluh dua menit, akhirnya kau datang, menatapku akhirnya dengan cemas yang berusaha tak kentara, dan juga sedikit jengkel yang tak bisa ditutupi, kau langsung menyembur saja..

“makanya, udah tau alergi masih saja, nih vitamin C dan obat pileknya, cepet diabisin..”

sebelum aku mengiyakan, sesuatu mendesakku lagi, untuk segera menumpahkan isi hidung, sendiri tentu, tak usah kau temani..

*srrooottt*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: