Sulit Off

Ringtonenya, Amphetamine.mp3 berbunyi.  Tombol berlogo telepon hijau ditekan pelan.

“Halo..”
“Hai…”
“Hey..”
“Apakabarnya ?”
“Karat ..”
‘Heh ?”
“Kangen berat..”
“Hehe bisaan, aku lagi sekarat..”
“Eh ?”
“Iya, sedang kangen berat..”
“Ga usah pake ngebales kali ya..”

Lalu lima belas menit tiga puluh dua detik pun berlalu..

“Sudah dulu ya..”
“Mau kemana ?”
“Ga kemana-mana sih..”
“Kok udahan ?”
“Ya udah aja, ntar lagi disambung..”
“Nyambung apaan coba ?”
“Tuh kan..”
“Tuh kan apaan ?”
“Kamu tuh paling bisa..”
“Nuduh apa lagi nih..”
“Selalu berhasil membuat berat untuk nutup telpon..”
“Ya udah ga usah ditutup..”
“Tapi telinga udah panas.”
“Aku ngomongnya ga ngenakin ya ?”
“Bukan gitu, itu udah seperempat jam lho kuping nempel di hp”
“Ya gapapa kan telinga panas, tapi hati adem..”
“Halagh, bisaa aja, udah dulu ah..”
“Mau kemana sih, buru-buru amat..”
“Aku mau mencet bel dulu..”
“Heh, bel ?”

Tak lama, suara bel di ruangan tengah itu berbunyi.
Tumben terdengar merdu, dan senyum pun terkembang, wangi, lalu bergegas menghampiri pintu..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: