Yang Terlupa

Manusia itu ya, kalo dipikir-pikir seringkali malu-maluin, ada yang makin tua bukannya makin keren, tapi malah makin cengeng, makin mudah menyerah, kadang cepat takluk bahkan hanya oleh satu kegagalan. Mungkin sudah fitrahnya pula kalau manusia itu menjadi orang yang suka lupa, atau pura-pura lupa akan masa lalunya.

Coba sesekali lihat anak kecil, amati dari awal tak bisa apa-apa, lalu belajar merangkak, belajar berdiri tanpa lelah, malah tertawa-tawa senang, atau mungkin sesekali menangis, tapi itu juga sebentar saja, tak lama juga tertawa senang kembali.  Kemudian tiba saatnya belajar berjalan, dan saat itu rasanya proses belajar menjadi sesuatu yang menyenangkan ya, baik oleh anak kecil yang terus saja ngotot pengen berjalan sendiri, maupun oleh yang melihatnya.  Jatuh sekali, ataupun berkali-kali adalah biasa, lalu bangkit lagi, mencari pegangan untuk kembali tertatih-tatih berdiri kemudian berjalan lagi, begitu terus sampaitegak berjalan dan berlari.

Ingat hal itu sering bikin malu diri sendiri.  Baru terjatuh sekali, sudah merasa sakit, sudah merasa seakan dunia tak berpihak, lalu mencari-cari kambing hitam penyebab kemungkinan kegagalan.  Bukannya terus berdiri lalu kembali berlari sambil mencari-cari penyebab kesalahan dan terus berusaha memperbaikinya.  Kadang malu aja ya, kalah semangat sama anak kecil.

Dan memang wajib untuk malu lah, kalau baru didera kekalahan sekali, atau kegagalan sebentar, malah memutuskan untuk mundur dan meratapi nasib. Bahkan kadang oleh hal yang sepele, misalnya hanya karena diputus cinta, sudah merasa dunia hancur lalu terpikir untuk nyilet nadi, ya ampun sekali deh, lupa kalau dunia ini sangat luas dan masih banyak cinta yang bisa dinikmati,diresapi dan diperjuangkan *tsahh*

Kesimpulannya adalah, satu ataupun banyak kegagalan bukanlah satu penghalang tapi mestinya membuat diri semakin kuat dan semakin bisa membuat diri penasaran, dan semakin bisa belajar bagaimana bisa menaklukannya dan bisa mendapatkan apa yang diinginkan suatu hari nanti.  Dan kalau itu tercapai, rasanya seribu pahit kegagalan pun pasti tak akan pernah diingat lagi, yang ada hanyalah senyum lebar menikmati manisnya keberhasilan saat menjenjakkan kaki di tujuan.

Demikian.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: