RSM

Sudah 200 halaman lebih novel kedua dari trilogi negeri 5 menara ini terbaca, dan ada satu bagian yang menarik, menohok tepatnya.  Bab itu berjudul Rumah Sakit Malas. Intinya cerita di bab itu adalah seakan-akan memberikan cermin, akan bagaimana nantinya perjalanan hidup jikalau tak juga menghalau malas dari badan.  Dan kadang perlu semacam tempat untuk melihat refleksi kemalasan itu menjadi lebih jelas.  Sering pula manusia perlu disentil, kadang sampai harus ditendang, bangun dari lelap agar bisa terus berlari mengejar segala mimpi indah.  pasti tahu sendiri, mimpi seindah apapun akan tetap berwujud mimpi, jika hanya dibiarkan dalam alam tidur.  Langkah yang keren tentu adalah segera bangun, lalu berlari lagi menjadikan apapun harapan menjadi nyata.

Satu bab itu seakan-akan juga bagaikan melayangkan jab keras di ulu hati saya, yang sering cuma berani bermimpi tapi malas berlari *tendang-tendang diri sendiri*.  Itu sangat tidak baik ya saudara-saudari sekalian, tolong jangan dicontoh.

Inti dari tulisan singkat ini adalah, teruslah berusaha untuk menendang jauh-jauh malas, jikalau ingin berhasil dalam hal apa saja.  Bahkan untuk menulis sesingkat ini pun, kalau males ya ga bakal jadi, bukan begitu.

Jadi, demikianlah.

Advertisements

One Response to “RSM”

  1. adit-nya niez Says:

    Wah, saya belum beli…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: