Cinta itu penuh Maaf

Adalah sore, sebuah vw combi berjalan lamban, seakan menikmati jalanan.  Seorang pemuda tanggung di belakang setir sambil mengetuk-ngetuknya berirama, entah lagu apa yang ada di pikiran lelaki itu. Je namanya.

Di sebelahnya, duduk diam seorang gadis, Roro namanya, diam mengatupkan mulut, rambut terurainya dimainkan angin yang menelusup lewat jendela yang setengah terbuka.  Tumitnyanya juga tak kentara dihentakan lembut.

Sekilas kemudian, menoleh ke samping, lelaki itu masih sibuk sendiri, tangan kirinya masih memegang tuas persneling,

Saat Roro menatap jalanan di depan, gantian Je yang tak kentara menatapnya.  Mau mengucapkan sesuatu, tapi ragu.  Alih-alih berucap, malah bersiul sebiasanya, suaranya pun tertelan suara jalanan dan sedikit oleh suara mesin.

Sebelas menit kemudian..

“Je..”
“Ro .. “
Berbarengan memulai ucap, berbarengan saling bertukar tatap, dan bersamaan pula memutuskan untuk tidak meneruskan sepotong kata yang menggantung. Roro kembali menghentak-hentakkan kakinya, Je pura-pura serius dengan setirnya.  Tapi kali ini ada sepotong senyum di wajah keduanya.

“Ro..”
“Je..”  Berbarengan lagi, dua kali.

“Kamu duluan, deh..”
“Nggak, kamu aja yang duluan..”
Tapi nyatanya malah kembali tak meneruskan kalimatnya..

Menit ke tujuh belas, tangan kiri Je bergerak, menekan tombol on pada music player di dashboard, warna hijau berkedip-kedip, simbol play pun menyala, cukup lima detik menunggu, dan sebuah lagu pun terdengar..

..bila kamu disisiku, hati rasa syahdu
satu hari tak bertemu, hati rasa rindu
…*

Gadis itu pun tergelak, melotot memandang lelakinya yang kini tersenyum lebar sambil pura-pura cuek.

“Masih aja yaaa..” Kata Roro sambil menunju pelan bahu kiri lelaki yang sekarang bersiul mengikuti lagu favoritnya itu.

Sejanak kemudian, mobil bergerak ke pinggir jalan.  Mesin dimatikan.
Je menatap Roro, lekat, lalu berkata singkat.
“Maaf atas kejadian tadi ya, Ro..”
“Aku juga Je..” Kening itu pun terdiam saja saat dikecup lembut dan pelan.

“Tapi, Je..”
“Apalagi, Ro ?”
“Err.. lagunya ganti ya ?” Pintanya memohon.

Je cuma tersenyum, memutar kunci, dan combi pun melaju lagi..

.

*lirik lagu syahdu- rhoma irama, soundtrack film berkelana 1.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: