Hazelnut

Dua jam sudah, segelas hazelnut choco yang tak lagi panas itu belum juga habis. Lagi-lagi kesini, langkahku terseret begitu saja tanpa bisa kucegah.  Sebenarnya cukup ramai disini, masing-masing orang dengan topiknya masing-masing, tertawa renyah, tergelak, berbagi cerita entah, there’s like no tomorrow, menikmati malam sampai pada kutubnya.

Sementara pikiranku asik berkelana sendiri, ke titik waktu dimana kita juga seperti mereka, tapi cuma ada kita, tanpa mereka, tanpa ada siapa-siapa.  Sekarang pun sebenarnya begitu, walau kau yang kupikirkan entah dimana, entah memikirkan apa.

Walaupun aku baru sadar, hukum gravitasi sudah menjadi anomali, saat mengingat semua kesderhanaan pikiranmu, tak ada lagi daya tarik bumi.  Selalu saja semuanya mengabur, aku melayang saja, melambung jauh bersamamu.  Walaua tak pernah kau mengakui bahwa kau lah, yang menyebabkan segala macam hukum tentang alam raya porak poranda, semua teori tentang apapun adalah musnah.  Hanya ada satu teori, yaitu kamu, penentu segala musim, penguasa pikiran dan apapun terhenti saat sekeping tentangmu hadir, walau sedetik saja.

Dan seperti biasa, sebelum nafasku tak bisa kurasakan lagi.  Aku harus melangkah keluar, melawan udara yang seperti bersekutu dengan malam.  Mengikat lagi semua molekul kilasan semua bayangmu, memenuhi seluruh ruang udara yang kuhirup dalam-dalam.

Advertisements

One Response to “Hazelnut”

  1. adit-nya niez Says:

    Wuih.. Berat yg ini oom… :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: