Sebuah Tempat

Sebuah tempat, seringkali mengambil memori tersendiri dalam hati saya.  Baik itu tempat-tempat dimana saya pernah tinnggal untuk beberapa waktu, ataupun tempat yang pernah saya sekedar lewati, terlebih tempat-tempat yang pernah saya jalani berjajar dengan tambatan hati.

Tapi kali ini bukan tempat seperti itu yang saya maksud.  Kadang saat membaca sebuah cerita, ada sebuah tempat yang entah bagaimana ‘nempel’ di dinding otak saya, lalu terbit keinginan untuk mengunjunginya suatu saat.

Baru saja saya membaca sebuah surat pembaca untuk Gola Gong, pengarang Balada si Roy, yang sewaktu mudanya rela dan berani menjalani sebuah tempat ke tempat lainnya hanya karena membaca serial dahsyat itu.  Sedemikian hebatnya penggambaran seorang penulis hingga menumbuhkan rasa berani untuk berjalan sendiri di jalan, hanya karena sebuah cerita.  Oh iya, Balada si Roy adalah rangkaian cerita pendek tentang petualangan si Roy yang diterbitkan di majalah Hai sebagai sebuah serial di sekitar tahun 1988-1990 an.  Ada yang belum lahir saat itu ? 😀  Coba aja baca cerita yang termasukup to date untuk terus dinikmati.

Tapi, kali ini bukan sebuah tempat di cerita itu yang membuat saya pernah merasa senang akhirnya menjejakkan kaki di sebuah jalan.  Adalah sebuah serial lain, serial Anak-Anak Mama Alin karya Bubin LantanG pada buku Jejak-Jejak, saya sangat teringat pada satu ruas jalan di sudut kota Bandung.

Rasanya aneh,  ketika sekitar tahun 2008 saya berjalan kaki di sekitar jalan Soekarno Hatta, ada rasa senang tersendiri menelusup, ketika menemukan sebuah jalan yang bernama Cijagra.  Rasanya seperti napak tilas pada cerita klasik itu.  Malah terpikir kalau suatu saat saya bisa berjalan ke Bandar Lampung, tempat dimana sebagian besar cerita serial itu dan darimana sang penulis berasal.

Iya iya, ini bukan tulisan apa-apa, cuma sekedar berbagi cerita nostalgia, tentang sebuah tempat yang sekilas terlihat sederhana.  Tapi saat mendatanginya rasanya, tak tergambarkan. Selalu ada tempat di bagian dunia ini yang membuat ingin di kunjungi dan dijalani, ya berjalan saja.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: