Diledekin, dicela

Diledekin, dicela sama orang lain, kadang bukannya bikin senep *istilah seorang kawan* malah bikin hati senang kalo waktunya tepat.

kalian-kalian, pasti pernah nyela or ngeledek orang lain kan ? Walau sembunyi,sembunyi, sambil ngikik sama temen, atau malah dalam hati.  Terutama kalo liatpenampilan seseorang yang bikin ga kuat iman untuk ngasih sekedar catatan kaki ga penting alias komentar pokoknya komentar aja.

Apalagi kalo yang dicela itu sepasang manusia, yang menurut pandangan mata adalah tidak berkesesuaian dengan apa yang menurut kita ideal.  Misalnya nih yaa, ada seorang cewek tinggi, langsing, cantik, potongan model, eh dapet kekasih apa laki atau pasangan yang ternyata mirip sama penjual terong langganan di pasar.  Rasanya kerongkongan gatel aja pengen cuap-cuap.

Hati berkata ‘ Kok bisa ya itu orang dapet yang kayak begitu, sementara saya..’ *eh ini mah yang ngeledek sambil curcol judulnya* huhehehe

Atau berbales komentar dengan kawan. ‘Igh apa ga ada lagi gitu ya lelaki keren di dunia ini, kok ya milih dan dapetnya model penjual tahu gitu’
Yang satunya pun ngebales ‘ Kamu lupa ya, ayahku juga penjual tahu’
‘….’ Hening

Tapi beda halnya, lain sensasinya, jikalau kita sendiri yang bakal jadi bahan ledekan orang-orang.  Mungkin kalian *entah siapa kalian disini*  juga pernah mengalaminya.

Yaa namanya usaha manusia, tentu selalu berusaha mencari yang terbaik dong buat dirinya.  Termasuk soal pendamping langkah dalam menjalani hidup yang fana ini *tsah*.  Jadi kalo dicela orang juga ya cuek-cuek aja, ‘biarkan mereka ngiri tu de maks, toh ini yang keren punya-punya gue juga‘ Gitu aja mikirnya.  Atau semena-mena memakai prinsip biarkan anjing mengonggong,orang keren tetep berlalu.

Jadi semisal suatu saat kau jalan sama pasanganmu, trus ada yang iseng nyela padamu.
‘Eh kamu itu ga salah milih gitu ?  Anugerah sih buatnya, musibah buatmu’ hihi
Jawab saja dengan tenang.
‘Ah itu cuma perasaanmu saja, sebenarnya diabukan musibah buatku, tapi semacam air bah, air bah sumber kebahagiaan’

Pokoknya apa aja bisa dijadikan alasan, karena kalo sudah soal pilihan, dunia pun kadang tak mengerti, angin pun cuma bisa bersiul bingung.  Tapi yakin saja, melenggang dengan tegap dan biarkan mereka mencela sepuasnya, yang penting hati senang tiada tara.

Dan, kadang dicela itu bukannya sebel, tapi hati senengnya jadi tebel.
Bukan begitu ?
😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: