Teori yang Dirasa Mumpuni

*sedikit melanjutkan cerita yang terputus kemarin..

Teori yang dirasa sudah mumpuni, ambyar kabeh sesaat setelah acara membuka kado selesai.
Walaupun sungguh saya bersyukur mengalami masa-masa sekolah, dimana segala teori-teori akhirnya menjadi praktek kerja nyata di lapangan, hihi.  Segala macam mata pelajaran yang sama-sama dipelajari semasa sekolah dulu, yaitu semacam ilmu anatomi hispatologi, reproduksi, walau kenyataannya dulu objek praktek adalah semacam sapi, kambing dan ayam.  Jelas beda jauh ternyata ya.

Ditambah lagi, ibarat belajar nyetir, megang setir untuk pertama kali, teorinya sih udah ok, sudah khatam, langkah-langkah dan segala kemungkinannya sudah siap diantisipasi, tapi apakah yang terjadi ? Mental menghadapi kenyataan di lapangan yang selalu jauh dari teori dan penguasaannya, menjadikan semua amburadul. Bayangin aja kalo belajar naik motor deh, rasanya ga ada deh yang bisa lagsung ngebut dengan kecepatan seratus kilo per jam, yang ada, salah masukin persneling lah, muter gas kekencengan, nabrak-nabrak dulu, atau malah lupa isi bensin huehehehehehe. 

Atau ibarat pertama kali masuk sekolah, tapi masalahnya disini, tak ada murid tak ada guru, ini adalah sistem  pembelajaran interaktif murni, keduanya mempunyai peran yang sama dan seimbang, saling mengajar dan dihajar, saling koreksi, saling memberi semangat, sampai kira-kira sama-sama mengerti, sama-sama bisa menilai, sama-sama puas *eh, maksudnya dengan hasil akhirnya, sungguh metod pembelajaran yang paling efektif saya kira, dan ah sudahlah, ini tadi ngomong soal apaan sih ?

Jadi demikianlah,  kejadian suatu malam itu, ibarat (lagi) acara televisi intinya adalah paduan antara sinetron, petualangan, dan acara masak-memasak, silakan dibayangkan sendiri meriahnya.  Dan tanpa adajeda iklan, rasanya tau-tau sudah adzan subuh aja.  Mana ternyata bangun kecepetan, sementara para panitia masih terlelap diluar, yang mengharuskan saya mengendap-endap menuju kamar mandi.
*halagh kenapa juga pake ngendap-endap*

.

*nostalgilanya sedemikian dulu ah, sambung lagi ndak ya ? masih panjang ternyata euy..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: