Akhirnya saya melihat

Akhirnya saya melihat fungsi teknologi yang membuat saya terharu malam-malam.
Jadi ceritanya sehabis nyari makan di gang depan, pulang ke kos lewat teras rumah tetangga.

Disitu saya melihat seorang perempuan, anaknya yang punya rumah, sedang asik melihat handphonenya. Ya melihat layar hape, bukan menempelkannya ke telinga untuk ngobrol.

Anak perempuan yang sudah remaja itu, memang memiliki keterbatasan pada inderanya, dia tak bisa berbicara layaknya orang lain.  Sekilas saya penasaran, melihat sebentar pada layar yang sedang ditatapnya.

Ternyata, tampaknya dia sedang melakukan video call, beberapa detik saya sempat melihat, lawan bicaranya, ah apa ya tepatnya, pokoknya seseorang yang sedang terlihat dilayar hape itu sedang menggerakkan tangan dan jemarinya.

Mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat.
Ada saja jalan untuk berkomunikasi ya.

Dan pemandangan sekilas itu membuat saya termenung sesaat.
Betapa keterbatasan seseorang bukanlah menjadi penghalang untuk bisa berinteraksi dengan kawannya.

Kadang saya sebagai manusia yang diberi anugerah indera yang bisa dibilang sempurna, malah menyia-nyiakan seluruh kemampuan yang diberikan, bahkan sekedar untuk menjalin hubungan dengan baik, ya paling tidak menjaga lisan untuk bisa lebih tertata.  Terlebih menjaga hati agar bisa lebih mengasah empati.  Dengan siapapun yang ada disekeliling.

Perempuan itu, dengan caranya sendiri bisa berbagi cerita dan terus menjaga hubungan baik dengan kawannya.
Lalu kenapa kita tidak, ya ?

🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: