Seorang kawan membeli mobil baru

Seorang kawan membeli mobil baru, pada suatu masa,aku pun diajaknya untuk menemaninya dalam sebuah perjalanan.  Lebih dari itu, aku dipercaya untuk memegang setir yang bundar supaya mobil baik jalannya, tak tik tak tik tuk tik tak.

Aku pun padahal tidak begitu berani, karena mobilnya masih baru.  Takut terjadi apa-apa denganku, maka bagaimanakah nanti.  Tapi aku percaya diri sahaja, maka akupun menjadi kusir keretanya untuk sementara, naik gunung, turun gunung tinggi-tinggi sekali tapi tak ada pucuk pohon cemara.

Sekali saja bertanya, kenapakah jadi tak mau mengendalikan kendaraan milik sendiri, punya pribadi.  Ternyata kawan itu sedikit tak percaya diri saja, mengaku tidak begitu bisa, padahal cuma kurang tenang aja, buktinya setelah kutabahkan hatinya, kukatakanpadanya bahwa pasti bisa, diapun melaju dengan tenang dan nyaman sampai tujuan.  Kempat rodanya pun alhamdulillah tetap lurus ke depan, walau sesekali berbelok ke kiri dan ke kanan, tapi itu wajar bukan.

Aku pikir, memang suatu saat, perlu teman untuk menenangkan dan membuat kepercayaan diri muncul dari tempatnya bersembunyi di hati.  Seorang teman yang membuat rasa takut menghilang dan senyum kembali mengembang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: