Cinta itu seperti sepeda

Cinta itu seperti sepeda, kata saya pada awalnya, yang mana harus digenjot sekuat tenaga, apalagi pas tanjakan.

Lalulah disahut oleh seorang nona yang memerah, bahwa katanya kalo kempes harus dipompa.  Dan saya pun bingung maksudnya, karena sambungnya bahwa kalau sudah seret digowes, silakan diminyakin, atau paling parah diganti rantainya.  Teori edan, tampaknya beliau adalah ahli dalam hal perbengkelan sepeda.

Teori selanjutnya oleh saya adalah, cinta itu seperti ubi rebus, yang mana mengenyangkan dan bikin lega.  Mirip dengan sebuah teori seorang lelaki berkualiti yang juga seorang seleblog yang mengibaratkannya laksana kebelet pengen pup ke belakang, sama-sama bikin lega. Sungguh, teori yang jorok 😐

Satu lagi, bahwa cinta itu menurut saya juga kayak antri busway, kepastian kedatangannya adalah semu, tapi oleh seorang kawan, katanya walau telat tapi datangnya pasti.  Sungguh ternyata kami adalah pakar busway ternama.

Teori terakhir hari ini tentang cinta adalah bahwa seperti halnya adalah bunga adanya, tapi sering ga jelas, akan mendapati melati apa bunga bangkai.  Tapi sigap pula disahut oleh seorang bunda yang istrinya seorang ayah dari anak bernama air, bahwa hari gene, bunga bank lah … Itulah praktek, bukan sekedar teori lagi.

Ternyata berbagai teori tercipta dengan gemilang, akhirnya cuma bikin mumet kepala, karena tak ada yang jelas panduannya, juga tak pernah pasti apa kenyataan sesuai teori-teori yang mencerahkan barusan.

Demikianlah, selamat siang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: