Jujur aku tak begitu menyukaimu

Jujur aku tak begitu menyukaimu.  Membayangkanmu pun aku tak mau lagi.  Tapi kembali nasib mempertemukankita lagi, tadi pagi kita bertatapan, lama dan bingung.

Teringat suatu masa, di saat aku berjumpa denganmu, kau pura-pura takut, seakan tak peduli dengan kehadiranku, berjalan pelan lalu berjalan begitu saja.  Aku pun cuek.  Tapi ternyata kau begitu pengecut, memasang muka tak bersahabat, berdua dengan temanmu yang kau jemput entah darimana.  Apa salahku ?

Kemudian bertemu lagi, dalam scene yang berbeda.  Kali itu kau melirik dan melihat seakan tak peduli (lagi) padaku.  Lalu menjauh dan menghilang entah kemana, beh peduli setan.  Tapi baru berapa menit motor kujalankan pelan, kau menghadang di depan, mendadak hadir dari samping, begitu tiba-tiba.  Lagi-lagi, kau tak sendiri, mengajak satu temanmu.  Beraninya keroyokan, heh ?

Pagi ini, walau kau cuek di pinggir jalan, aku berharap kau diikat disana saja.  Biar tak bikin kaget lagi.  You really reseh, wahai segawon !

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: