Malu

Siapakah gerangan ?
Saya

Lho, kapan ?
Sejak kemarin-kemarin.

Kenapa gitu  ?
Habis liat orang-orang itu…

Eh, dimana ?
Di tempat pengungsian kmaren..

Lalu apa hubungannya dengan malu tadi ?
Ya malu lah.  Kadang merasa ga bersyukur dengan hidup yang tak kurang suatu apa ini.  Padahal beneran ga ada apa-apanya dibanding mereka yang harus mengalami musibah tanpa tahu batasnya sampai kapan..

Lalu ?
Di sisi lain, saya melihat banyaknya relawan yang turun tangan, spontan, ikhlas dan tanpa pamrih.  Langsung bergerak turun membantu tanpa omong kosong ga penting, ga jelas dan ga perlu.   Dan juga malu dengan mereka..

Siapa lagi ?
Mereka yang datang silih berganti memberikan bantuan semampunya, entah dari mana, semua bergerak dengan satu tujuan, memberikan apa yang bisa diberikan.  Eh, tapi saya juga terharu sekaligus bangga.

Dengan ?
Warga ngerumpi sini, yang cepat tanggap turut membantu sebisanya, bergerak tanpa dikomando, dan cepat berbagi dengan orang-orang yang sebenarnya merekapun tak kenal.  Tak cuma bisa bertutur kata bagus, tapi juga hatinya halus.  Mulia sekali.  
Ingat mereka, inget kalian, saya makin merasa malu.

Lho, masih malu kenapa pula ?
Saya cuma bisa ngomong doang, tanpa bisa ngebantu apa-apa 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: