better than Monalisa

Kemarin, masih tentang pesta itu, pas bertemu dengan kawan-kawan dan orang-orang dengan berbagai macam bentuk dan rupa *halah*  Dan juga bermacam penampilan serta gaya, walaupun rata-rata ada pendar ceria dan gembira di wajah mereka.

Senang sekali bisa bertemu dengan ribuan orang dari berbagai sudut negeri ini, berhai-hai, berdadah-dadah, bersambut jabat tangan yang erat, berbagi senyum yang hangat.

Nah, ada seseorang yang saya temui, yang saya pikir mempunyai senyum yang sudah built in dengan dirinya.  Perempuan ini *iya dia perempuan* memiliki senyum yang entahlah, mungkin tersirat sedikit lelah di wajahnya, tapi senyumnya yang terlihat memang sudah merupakan bagian dari dirinya, menutup semua hal yang mungkin membuatnya sedikit letih.

Tapi sungguh, saya mau belajar darinya, cara menghias wajahnya dengan senyum yang terpulas nyaris sepanjang waktu saya melihatnya.  Dan ajaibnya itu terlihat wajar tak berlebih dan juga tak terpaksa, memang begitulahdia.

Ternyata ya, sebuah senyum, walaupun tampak kecil dan sederhana, bukan hanya membuat pemilik senyum itu senang, tapi juga yangmelihatnya pun merasa ikut senang.

Saya suka mengamati orang, sebuah keasikan sendiri mengamati wajah, kelakuan dan tingkah seseorang.  Tapi sungguh, saya penasaran, ingin belajar membentuk sebuah senyum sepertinya.

dan dia itu adalah..
ah sudahlah, biar kalian tebak saja kira-kira siapa dia
😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: