Nongkrong yuk

Tadi, nongkrong cukup lama di angkringan sekitar Tugu, ngopi Joss yang ada arangnya itu.  Bersama chill, sabi, globe. mbak celo, mas bejo dan sepatu_kuda.  Ngobrol kesana kemari, sembari ngumpulin buku dan kaos untuk dibawa chill ke Jakarta buat program 1000buku di acara pesta blogger ntar.  Lumayan lhoh, dapet buku dan kaos banyak, dan banyak yang masih bagus, jadi bikin kepengen jeh *eh :))

Ngobrol ngalor ngidul gitu, selalu menarik bagi saya, bisa berbagi cerita, pertemuan yang lepas, tak seperti pertemuan formal yang membosankan.  Apalagi sembari ngopi sama arang, makan nasi sama kucing, sate sama telor dan apa tadi itu ya, siput dan kerang mungkin, mbuh lah.  Pokoknya uenak.

Dan sepanjang trotoar seberang warung angkringan yang berjajar juga padat ngesot. Penuh orang-orang berjajar-jajar.  Ngobrol dan berkicau dengan topik masing-masing.  Rame aja dengan gerombolannya masing-masing.

Tak terasa mendekati tengah malam, kelompok ngerumpi ce es, bubar.  Setelah sebelumnya melepas chill aka mamat alias Primadona Ngerumpi yang pulang dengan membawa banyak bekal, alias gembolan.  Perempuan rajin yang mengagumkan ya, mau aja repot gitu demi orang lain, contoh bagus tuh.

Motor pun melaju, dan di sepanjang jalan, lagi-lagi saya menemukan orang-orang yang nongkrong, dimana-mana, di angkringan, di pinggir jembatan, di sisi jalan.  entah ngobrol tentang apa, tapi ya sekilas terlihat nyaman dengan kerumunannya masing-masing.  Motor pun bukannya langsung mengarah pulang, tapi kembali singgah ke tempat nongkronm selanjutnya, yaitu di Jazz mben senen, di halaman kantor Kompas Jogja, tempat orang-orang pada ngumpul nonton acara musik gratis yang rutin di adakan setiap Senin malam oleh Komunitas Jazz Jogja.  Jam session yang selalu menarik, semua pun menikmati, wajah-wajah ceria, tepuk tangan yang terus ada.

Banyak tempat nongkrong, dan semuanya menarik, ada sesuatu yang bisa ditemukan dan dinikmati dari semua tempat itu, apalagi bertemu dengan orang-orang yang sama-sama menikmati waktu.  Menikmati apa-apa saat itu.

Ternyata, menikmati hidup itu tidaklah susah. Cukup nongkrong dengan sadar, nyaman dan ikhlas, saling berbagi apa saja, minimal berbagi cerita gitu.

Dan detik ini, bukannya kembali ke markas, saya malah kembali nongkrong lagi, di tempat yang koneksi internetnya bagus ini, demi berbagi sekedar cerita ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: