Berlebihan itu memang tak Baik

Sudah menjadi garisan, baca dimana-mana juga, berlebihan terhadap apapun,tak ada bagus-bagusnya, tak ada baik-baiknya, tiada keren-kerennya.

Makan berlebihan, bisa-bisa overweight, numpuk penyakit,ga bebas bergerak.
Minum berlebihan, bikin perut kembung, dan kurang kerjaan aja,ngapain minum banyak-banyak.
Terlalu kreatif berlebihan juga ga bagus, soalnya pernah baca orang yang terlampau kreatif,nekat uji coba praktek nyampur bahan-bahan kimia,mati. Lah, itu minuman beralkohol kok ya dicampur-campur dengan segala macam.

Bagian berlebihan yang tak begitu bagus juga,mungkin adalah terkait dengan perasaan terhadap seseorang, terutama perasaan yang negatif.  Misalnya, kesel, benci ataupun dendam dengan seseorang.

Pengalaman saya membuktikan demikian. Pernah punya rekan yang sangat bikin kesel, akhirnya saya jauhisaja. Tak adaelok-eloknya untuk diakrabi pokoknya, rasanya banyak beda di antara kita *jieeh kita*.

Tapi ternyata oh ternyata, siapa yang tahu kalau di suatu waktu, saya bertemu lagi dengan orang itu, dan saya sangat perlu bantuannya dalam suatu hal.  Coba, rasanya nggak enak bener pada awalnya.  Walau akhirnya berusaha cuek-cuek saja.  Akhirnya ujung-ujungnya malah harus sadar, kalau tidak menyenangi seseorang di waktu lampau, kadang tidak harus sebegitunya, saya ak pernah tau suatu saat perlu bantuan apa dengan siapa,kan ? Saya juga harus ingat kalau waktu itu terus berjalan.  Ibaratnya suatu saat, musti berdamai dengan waktu.

Seseorang yang mungkin, dianggap musuh di suatu masa.  Tak menutup kemungkinan malah menjadi partner in crime di masa mendatang.

Mungkin sudah saatnya juga, bukannya tak suka atau tidak senang yang berlebihan dengan sikap seseorang yang sekilas ataupun jelas-jelas bersikap frontal dan bertolak belakang terhadap sikap dan pendirian saya.  Tapi justru malah melihat alasan kenapa ada seseorang yang bisa berfikiran sedemikian.  Lalu berusaha mengambil hal positif di balik sesuatu yang negatif sekalipun.

Saya masih yakin,pasti ada hikmah di balik persoalan sesimpel apapun, sekecil apapun.  Tak ada lah sesuatu tiba-tiba saja muncul mewarnai kehidupan yang singkat ini.

Oh ya, suatu saat pun, saya pernah terfikir, *apa pernah saya tulis juga ya, lupa*.
Bahkan, seorang jagoan pun tak bisa dikatakan hebat tanpa adanya musuh.

Jadi, semuanya perlu dan diperlukan.
Dan tentu perlu menata sikap agar tak berlebihan, terhadap apapun.
Smoga.

Advertisements

One Response to “Berlebihan itu memang tak Baik”

  1. Denuzz BURUNG HANTU Says:

    sepakat … berlebihan itu namanya bid’ah dan temennya setan … Allah tidak suka …
    jangan kita berlebihan membenci seseorang, karena suatu saat mungkin orang itulah yg akan kita cintai …
    sebaliknya, janganlah berlebihan mencintai seseorang, karena mungkin nanti dia akan menjadi orang yg kita benci …

    Semoga persahabatan kita tidak lekang oleh waktu dan tidak terbatas oleh ruang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: