Cerita Hari Ini

Adalah aku, yang tadi pagi-pagi terbangun, saat langit masih gelap, tapi lampu neon di teras masih menyala, pagi masih sejuk.  Tapi mata dipaksa untuk membuka, memang tak elok menyia-nyiakan nikmatnya pagi ya.

Baru saja beranjak ke kamar mandi, malah tergoda aroma sarapan, yang mungkin sederhana, tapi tetap saja semerbak mewangi.  Baiklah mari diicip-icip barang sesendok dua piring.

Cepat saja berlalu itu waktu.  Semua sudah sibuk, mandi bagi yang rajin, beres-beres bagi yang siap-siap,masang seragam buat yang sekolah.  Manasin motor buat nganter-nganter, semua bersibuk ria.

Dan, selalu ada yang minta prioritas.  Si sulung minta dianter duluan, ulangan semesteran katanya.  Walau belajar cuma singkat, tapi tetap semangat biar nggak telat sampai halaman sekolah. Coba semangat sekolah seperti itu tetap terjaga dan tanpa beban sampai dewasa nantinya ya.  Tak ada yang sulit untuk hal belajar tampaknya.  Anak-anak itu memang selalu keren untuk dipelajari dan belajar dari mereka.

Engkaulah yang kemudian minta giliran dianter, ikutan naik motor tak mau turun, padahal jelas-jelas kepagian setengah jam.  Akhirnya si tengah balik lagi ke rumah, bareng aja berangkatnya sama umi ya.  Kagum juga sama semangatmu sekolah, nak.

Faktanya, seperempat jam kemudian baru berangkat semuanya, si bungsu jelas tak mau tinggal, ikut juga. Rombongan bergerak maju, sebelumnya cari jajan dulu buat di sekolah, makanan ringan, minuman kotak, coklat, dan banyak euy.  Senang saja lihat pilihan makananmu, tak mengapa, asal dimakan saja.  Sayang makanan tak dinikmati.

Giliran tengah turun di halaman sekolah, si bungsu maksa mau ikut. Tapi tek boleh, masih kecil, jadi kita nunggu saja sebentar.  Barisan anak-anak berkaos kuning bercelana hijau, sudah siap senam pagi rupanya, bernyanyi ceria.  Lalu kembali berangkat nganter umi kerja.  Berangkat lagi, maju jalan grak.

Hari masih pagi, semua sudah sibuk. Kita pun pulang, kita itu aku dan si bungsu, tapi mampir dulu lah, beli koran hari ini, walau tentang berita yang hampir bisa tertebak isinya.  Lumayanlah, untuk dibaca-baca.  Tapi kau juga tak mau langsung pulang, mampir ke rumah nenek dulu, yang ada warungnya, yang banyak punya jajannya.

Inginnya cuma beli koran, tapi kamu minta jajan juga, akunya juga mau, dua potong bolu dan coklat, sebungkus sereal.  Tak apa-apalah.  Kadang suka gitu, mampir untuk beli itu, akhirnya malah nambah ini itu, dasar manusia banyak maunya ya.

Jalankan mesin lagi, ke tujuan berikutnya, rumah kakek dan nenek, disini orang bilangnya kai nini. Kagum sama mereka, sudah tak muda, tapi semangatnya tetap ok, dan selalu tersenyum ringan.  Contoh baguslah mereka,makin tua makin bijak, dan makin ikhlas menjalani hidup.

Ketemu sama si om, yang hari ini libur kerja.  Lalu terpikir, untuk ngajak bikin SIM yang surat ijin mengemudi, yang sudah mati beberapa hari.  Melakukan sesuatu, sukanya pas mepet waktu, riweuh.

Lalu, ditelponlah kawan si om,minta informasi, tentang posisi mobil polisi,yang kerjaannya memang untuk memperpanjang SIM.  Nah, seorang kawan, memang selalu ada gunanya, bukan ?  Itulah makanya tak salah punya banyak kawan dimana-mana,yang pasti akan membantu jikalau ada kesulitan.

Mampir sejenak, muter lagi akhirnya, nyari mobil punya pak polisi, yang konon bikin SIM ga nyampe sepuluh menit jadi.  Berangkat lagi akhirnya.  Sedikit ke arah luar kota, walau akhirnya, yang dicari tidak ada.  Berputar arah lagi, sementara si bungsu tertidur.  Berjalan kemanapun, mencari tujuanutama, kadang memang harus berputar-putar dahulu, baru mendapatkan apa yang diingini.

Nyaris ke ujung jalan satunya lagi, ke perempatan, akhirnya menemukan juga yang dicari. berjumpa pak polisi, yang sedang bekerja, mengerjakan SIM saya supaya bagus jadinya. Coba pelayanan publik tuh dibikin kayak gitu ya, cepat, mudah, dan tak bertele-tele, beres tak sampai sepuluh menit, asli.

Oke, tampaknya semuanya sudah beres.  Tau-tau sudah nyaris setengah sebelas, saatnya penjemputan lagi.  Enaknya yang sekolah cuma setengah hari ya.  Tapi ternyata belum pada bubar.  Akhirnya si bungsu nagih minta main ayunan yang ada tiga di halaman sekolah, lalu jungkit-jungkit yang dicat meriah beraneka warna.  Taman kanak-kanak memang taman yang paling indah.

Pengen posting sesuatu sesampainya di rumah, tapi belum ada ide, akhirnya cuma baca-baca tulisan-tulisan yang ada sahaja.  Terkadang jadi pembaca saja itu menyenangkan, belajar banyak dari tulisan-tulisan kalian.

Questions ? Ya banyak pertanyaan muncul tiba-tiba pas siang-siang. Tentang ini itu, tapi biarlah terendap dulu.  Mending mikir mau nulis apaan gitu.  Mikir aja kok pake ribet.

Rasanya ajaib saja saat tiba-tiba melihat semua ngumpul lagi di ruang tengah.  Makan siang, nonton tipi, saya malah sedikit sibuk sendiri, bikin makanan seadanya, yang penting ludes.  Seakan jadi koki hebat, padahal cuma masak telor.  Kalau bikinan sendiri dihargai, oleh siapapun, sesimpel apapun, asik-asik aja rupanya.

Sore hari aja tiba-tiba, menjelang jam tiga, waktu negeri ini bagian tengah.  Mencoba berbagi cerita lagi, tapi ya ampun susahnya.  Malah menikmati hasil karya si tengah dan si bungsu yang berkreasi menghias dinding orens dengan spidol hitam dan biru.

Tak lama, si cantik pun datang.  Berhalo-halo didepan, membuka pintu, memasuki rumah. Rumah pun kian lengkap, kian rame. Apalah namanya, home sweet home menurutmu ?  Sangat iya menurutku.

Untuk saat ini, mencoba lagi menikmati waktu. Sebisa-bisanya, sebab waktu tak pernah terputar ulang kembali.

Vas bunga ? kenapa kepikiran benda itu ?  Tapi tampaknya bagus juga sesekali punya tempat berisi sedikit air itu kapan-kapan.  Entahlah, si cantik di sampingku ini adalah bunga terindah yang tak perlu vas, apa van mungkin ? *halah*

Waktu lagi, berlalu lagi.  Tak habis-habisnya.  Si bungsu dan si tengah asik menikmati teh bikinan mereka sendiri, enak katanya. Bikinan sendiri memang selalu terasa beda, tetap terasa yang terbaik.  Sesederhana apapun.

X3 err.. teringat angka dan huruf itu saja, menunggu hasil karya seseorang berdasarkan kode itu tadi.  Tampaknya bakal keren

Ya sudahlah, publish aja udah ya tulisan ajaib bin aneh ini.  Sesekali menulis tak terstruktur, mungkin tak mengapa, semoga maklum.

Zia Ul Haq, ya ya ya ide tulisan ini adalah tulisan dari Zulhaq yang tadi pagi yang katanya lagi stress.  makasih ya bos, akhirnya bisa posting juga, walau isinya kacau balau gini.

.

Sekian dan terimakasih.
*susah juga nulis berdasarkan abjad ya Zul ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: