Harap Maklum !

 

Pagi-pagi sekali, matahari baru saja menghangat, bulir-bulir embun masih menempel di pucuk pohon cempaka, burung kutilang berbunyi.. *halah*

Sementara di dalam rumah, sudah terjadi saja sebuah keramaian, iya benar itu adalah rumah, bukan pasar seperti perkiraanmu.  Rusuh saja karena kehilangan sesuatu, tak menemukan apa yang dicari-cari, padahal harus pergi pagi-pagi.

Itulah dia lelaki yang bertanya pada wanitanya,
“Tadi malam sebelum tidur perasaat aku taro di buffet deh..”  Sok yakin sambil garuk-garuk kepala.
“Coba cari di atas kulkas..”  Setengah teriak wanitanya dari belakang yang asik bercengkerama dengan mesin cuci.
“Nggak ada..”  jawabnya, eh kok menjawab ya, padahal kan ga ditanya.
“Di atas lemari…”  Suara merdu itu lagi terdengar mulai gemas.
“Nggak ada, eh ini siapa yang ngelempar uang kemari ya, ah lumayan dapet sepuluh ribu”  Mukanya malah sumringah di sela-sela paniknya.
“Ehh itu uang buat beli sayur, balikiinn..”  Tigaperempat berteriak, malah, sambil sibuk memasukkan cucian, satu persatu.  Tapi tak ada reaksi balik, malah sekarang sibuk keluar masuk kamar, mencari-cari di sana sini, kesana kemari, ke meja kerja, ke lemari buku, tapi tetap saja nihil.  Keringatan lah dia, pasrah.

Lalu tak lama kemudian
“Bang, nihh ketemu. Masih di saku celana, masih aja sih sebelum dilempar ke keranjang cucian, diperiksa dulu atuhh..” Seru wanitanya sambil geleng-geleng kepala, mengacung-acungkan benda yang dicari lelakinya sejak pagi sekali itu.

Lelakinya datang sambil cengengesan, lalu mengambil benda dimaksud, yaitu, kunci motor, kunci kantor, flashdisk, dompet *banyak betul ya* . Wajahnya pun senang penuh kemenangan, mendekati wanitanya, lalu sempat-sempatnya
“Terimakasih yaaa wahai dikau pewangi jiwaku..” berkata-kata dia,  sambil mencium pipinya sekilas.
“Gombal pisan, saya siram sama pewangi nih…”  tukas wanitanya sambil terkikik.

Baru beberapa langkah, seperti mengingat sesuatu, berbalik lagi ke arah wanitanya.
“Eh, hari ini, hari apa sih ya ?”  Raut muka bertanya itu muncul lagi.
“Yaelah bang, hari Kamis lah.  Duh, mimpi apa dulu saya ketemu sama kamu yang pelupa banget gini, apa sih yang ada dipikiranmu itu ?”  Tukas wanitanya seperempat sebal.

“Hehehe iya ya, maklum deh, yang ada dipikiranku hanya dirimu,tak ada yang lain..”  Sahutnya secepat kilat sambil melompat.

Wanitanya cuma bisa senyum salah tingkah saja, sambil angkat-angkat mesin cuci dan menari muter-muter tiang jemuran.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: