Menjaga keterbatasan

Terasa sekali susahnya menjaga panca indera ternyata ya, terutama menjaganya agar tidak mengarah ke hal yang negatif, hal yang tidak baik, dan saya merasakannya, dan tulisan ini pun lebih untuk mengingatkan diri saya sendiri.

Kadang kaki melangkah entah kemana, tak tau arah yang dituju baik atau nggak, padahal pengalaman hidup pasti tahu akan tujuan yang baik atapun tidak, toh juga nanti berbalik akibatnya pada diri sendiri.

Terlebih menjaga lidah, yang benar-benar jauh lebih tajam daripada samurai, membinasakan diri tanpa terasa.  Pengetahuan saya yang alakadarnya membuat lebih mudah mengeluarkan kalimat yang sebenarnya lebih baik dicerna baik-baik dulu sebelum dimuntahkan, proses memamah biak rupanyaharus dipelajari dengan lebih baik lagi *tiba-tiba merasa jadi seekor sapi*

Apalagi mata yang tak bisa melihat hal menarik untuk dirusuhkan, mata yang sok tau memandang apa saja, dan sering membuat persepsi sembarangan atas suatu hal, padahal perspektif kedua mata saya ini sempit sekali, daya pandang saya sangatlah terbatas, apalagi ditambah minus yang lebih dari satu ini *lhoo malah mengungap fakta*  Sudah tahu terbatas, malah sering menganggap bisa memandang seluruh isi dunia dengan nyata, sungguh absurd.

Satu lagi adalah kelakuan si telinga, yang suka mendengar apa-apa, dan cepat sekali panas mendengar sesuatu yang belum tentu benar.  Kadang bereaksi begitu spontan, seakan-akan suara yang sampai menelusup ke dalam telinga hanyalah selalu berisi kebenaran, sering juga mendengar cuma sepotong-sepotong doang, padahal sangat sering satu fakat utuh hanya akan terungkap jika mendengarkan semuanya secara lengkap, seperti halnya mendengar penjelasan guru yang bahkan kadang baru tau akan inti ajarannya menjelang titik akhir uraiannya.  Tapi telinga saya seringnya begitu, buru-buru menerima informasi sepotong tanpa ada usaha untuk kroscek kesana sini, parah.

Raja dari semua saluran cerna jiwa itu, apalagai kalau bukan otak saya ini, yang besarnya mungkin cuma sedikit lebih besar dari sekepal tangan, tapi sering merasa lebih besar dari dunia ini sekalipun, kadang menganggap serba tahu akan segalanya, padahal tidak, sama sekali tidak.   Informasi yang dijejalkan didalamnya pun, walaupun terkumpul bertahun-tahun, tapi tetaplah sangat terbatas, tentu tak bisa menjawab seluruh tanya dan rahasia yang melingkupi isi bumi ini.

.

Walaupun bersyukur saja masih mempunyai anugerah akan semua fungsi indera yang masih baik dan berfungsi sebagaimana mestinya, tetap saja merasa semua nikmat yang diberikan-Nya sekaligus jua merupakan ujian terberat agar selalu bisa menyadari dan menerima kenyataan akan semua keterbatasannya, dan tentu untuk menjaga semua fungsinya sesuai dengan tujuan penciptaannya.

Mungkin kurang lebih demikian ya, dan selamat pagi buat saya, dan kalian.
😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: