4 Buku asik menggelitik

Tertarik juga, membaca sekilas, istilahnya fast reading terhadap empat buku yang bakal entah milik siapa ini, *eh tenang, bukunya masih tersegel rapi kok.  Jangan tanya saya baca dimana hingga bisa ngereview singkat buku-buku cerita yang menarik ini hehe.
.

.

Rumah Tumbuh – Farah Hidayati
Ini buku juara pertama dalam Sayembara Mengarang Novel Remaja yang diadakan oleh Grasindo bekerja sama dengan Radio Nederland Wereldomroep.

Ceritanya adalah tentang persahabatan dua remaja yang mempunyai latar belakang yang berbeda, tapi seperti biasanya, dua sahabat yang dipertemukan, pasti mempunyai titik temu yang menarik.  Menariknya, alur cerita seakan bergantian memotret keseharian dua sahabat ini, perbedaan di antara merekadalam menjalani hari-hari.  Dan bagi yang pengen tahu kampung halaman saya,  pada beberapa bagian cerita, disinggung mengenai budaya Banjar, dan juga dilengkapi dengan catatan kaki yang berisi istilah-istilah dalam bahasa Banjar yang ada di halaman terakhir.

Lalu juga ada cerita tentang kota Jogja, dan beberapa sudut kota itu. Dan, pengarang bisa saja menceritakan latar belakang secara detil karena dia pun berasal dari Banjarmasin dan menghabiskan masa kuliah di Jogja, rupanya.

.

Mencintai aja Kok Repot Josephine Damayanti
Novel pemenang kedua dalam lomba yang sama.

Berkisah tentang jalinan kasih antara ibu dan anaknya, atau tepatnya anak dan ibunya.  Juga konflik yang tercipta di antara mereka, ditambah potret masa sekolah di SMA dan pernak perniknya, sungguh menarik untuk dibaca sampai tetes terakhir, eh maksud saya sampai lembaran terakhir, alurnya mengalir begitu saja, ringan tapi ada pesan yang tersirat di dalamnya.

Bagaimana menghadapi masalah di sekolah, antara kawan dan guru,  khas remaja sangat , dan saya suka sekali membaca buku ini hehehe

.

Alon buluek Ayi Jufridar
Pemenang ketiga dalam lomba menulis yang sama

Cerita tentang perpisahan dua saudara akibat gelombang tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 ini, membuat miris membayangkan kejadian yang dideskripsikan dengan dengan jelas, juga bagaimana pasca bencana terjadi,  cerita yang juga menyisipkan tanya kecewa pada Sang Pencipta menjadikan nilai  lebih untukk dipelajari.  Dan petualangan mencari saudara yang terpisahkan itu membuta saya berfikir, bahwa hidup yang dijalani sampai saat ini, sungguh tidak apa-apanya dibanding kisah ini.

Alur novel yang menarik ini, ternyata juga sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dan Belanda, sosok penulisnya pun menarik sekali untuk ditelisik, karena penulis asal Aceh ini katanya tidak mempunyai dasar sastra, tapi katanya menulis dan membaca yang merupakan kesukaannya dalam dua hal tersebut memungkinkan tulisan sepanjang 100 halaman lebih ini tercipta.

.

Empat Cinta Menatap Opera Zheitta Vazza Devi
Novel karya Unggulan dalam lomba menulis yang sama.

Membaca cerita khas anak muda buku ini mengasyikan, pilihan kalimatnya lincah begitu, apalagi banya yang mengambil latar tempat di Sydney dan sekitarnya, ditambah beberapa catatan kaki mengenai hal-hal simpel namun menarik yang merupakan ungkapan khas Australia, atau malah penjelasan  singkat dari penulisnya.

Sekilas membaca, saya sempat nggak percaya kalau cerita sepanjang 200 halaman lebih ini, disusun waktu penulisnya baru duduk di kelas 3 SMP, dan pengalamannya beberapa tahun hidup di benua Kanguru, berhasil digambarkannya lewat buku karyanya ini,  erhh bikin minder saja kemampuannya ini, ya.

.

.

Keempat buku ini, saya masukkan dalam kategori : keren !  Karena mempunyai latar cerita dan tempat yang masing berbeda-beda dengan karakternya masing-masing, ya jelas keren, karena mereka dalam perjalan sayembara, konon berhasil menyisihkan 600 penulis lainnya. Kesimpulannya, siapapun bisa menulis toh, tentang apa saja, tinggal sekali lagi bisa mencermati apa saja yang menarik di sekitar kita. Tak kan habis ide untuk digali menjadi tulisan, dan saya selalu yakin, tiap orang pasti mempunyai ciri khas dalam tulisannya, dan semua pasti bisa menulis.  Tinggal kemauan untuk itu, ada apa tidak.  *toyor2 diri sendiri*

Dan, baiklah, smoga yang ntar berkesempatan memiliki dan membaca buku sederhana itu, bisa menikmatinya sebagaimana saya yang asik-asik aja membacanya.

 

Advertisements

One Response to “4 Buku asik menggelitik”

  1. Denuzz BURUNG HANTU Says:

    ehm … emang dari dulu denuzz cita banget bisa bikin novel … tapi sampe sekarang gak kesampaian karena berbagai macam alasan yang sebenarnya kadang gak masuk akal …
    hehe …

    ~~~ Salam BURUNG HANTU ~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: