Suatu Sore di Perempatan

Kemarin sore, menjelang magrib, saya berencana mengunjungi seseorang untuk satu keperluan. Akhirnya naik motor ke sana, nah di perempatan, kebetulan pas lampu merah. Berhenti sejenak, menunggu sembilan puluh detik berlalu.

Tiba-tiba ada heboh, beberapa orang-orang yang biasa mangkal mencari rejeki disitu, berlarian ke pinggir jalan. Saya sempat menduga ada razi atau semacamnya gitu. Eh,ternyata tidak, tidak ada raut panik, malah mereka berlari dengan senyum di wajahnya. Ada apa gerangan.

Mata saya pun tertuju pada titik yang mereka tuju. Ternyata mereka berlari ke arah pengendara motor yang parkir di sisi kanan jalan. Sempat terpikir buruk kalau itu, mungkin koordinator para pengemis, seperti yang pernah terbaca di koran-koran.

Tapi syukurlah, pikiran saya salah sama sekali.
Lelaki pengendara motor itu, dan juga perempuan yang bersamanya, ternyata masih muda dua-duanya.

Dan mereka, sore menjelang magrib itu, membagi-bagikan makanan untuk para peminta-minta, para pedagang jalanan, para pengamen, dan mereka yang mencari rejeki di perempatan tersebut. Makanan untuk berbuka puasa, tampaknya.

Subhanallah,
saya iri sekaligus malu dengan mereka,
masih muda begitu, sudah bisa berbagi dengan caranya tersendiri.

Saya begitu iri, melihat betapa raut bahagia terpancar dari orang-orang yang menerima bungkusan plastik berisi makanan dari mereka.

Ah, berbagi itu memang indah, dan begitu banyak caranya.
Mungkin nilainya juga tak seberapa bagi kita,
Tapi tentu tidak bagi orang yang kehidupannya tak seberuntung kita.

Mereka, anak muda yang sungguh keren !

Advertisements

Tags:

3 Responses to “Suatu Sore di Perempatan”

  1. lena Says:

    eh, beberapa hari yang lalu juga aku menjumpai hal yang kurang lebih sama, saat pulang kerja.

    anak-anak smu atau mungkin kuliah’an membagi2 kan nasi bungkus dan air mineral gelas.

    semoga diikuti generasi muda yg lain. semoga bertahan. semoga tidak hanya saat bulan puasa ini saja. 🙂

    warm : keren ya, saya yakin di luar bulan puasa pun, mereka pasti berbagi, walau dengan cara yang lain yang kita tidak tahu 🙂

  2. Ferry ZK Says:

    Subhanallah, berbagi dibulan ramadhan serasa kenikmatan tiada tara, sungguh ironis jika melihat penguasa justru hendak memidanakan sedekah pinggir jalan, ah kasian juga nasib negriku yang kian kurus digerus penguasa rakus…

    warm : ah iya, peraturan yg sangat aneh gitu 😐

  3. jensen99 Says:

    Pas lewat depan Unibraw dua hari lalu saya juga dibagikan es buah sama anak2 SMU sore2, tapi cuma boleh kuterima kalo dituker duit 3 ribu… *eh* 😆

    NB: akhirnya kubeli karena saya seneng gayanya gadis2 itu mbujuk 😛

    warm : hoh, kalo itu sih
    lain soal, bos hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: