Merah

Pernah melihat senjata yang membunuh tanpa menyentuh,
kalimat yang memukau tanpa perlu dipikirkan,
tatapan yang menghunjam tanpa banyak kata-kata
dan wajah yang membuat alam berhenti bernapas tanpa banyak bicara

Itu sedikit, tentangnya.
tentang wanitaku yang biasa,
dan telah lenyap dibawa musim..
lama sudah berhasil disembunyikan dilapisan dalam cerebrum.

Dan si merah itu, berhasil memunculkanya lagi, seperti membangunkan naga yang lama lelap, dingin dan membeku.  Sekarang hawa panasnya kembali terasa, seperti melihat lidah api yang menyambar-nyambar ke seluruh penjuru langit.

Wanitaku itu sederhana, jarang mengumbar kata-kata.
Tapi selalu bisa membuat berbaris-baris kata yang membuat jalinan kalimat indah
sering diperlihatkannya padaku, sebuah buku
ya sebuah buku pula, bersampul merah, sering kupikir bertolak belakang dengan kepribadiannya yang nyaris tak beriak.

Tapi coba saja sekali memasuki lembaran-lembaran yang penuh berisi goresannya itu,
aku selalu berhasil tenggelam dalam alur pikirannya yang terlihat melonjak-lonjak,
seperti akar pohon, yang tenang dan diam, namun selalu berhasil menembus lapisan tanah dan bebatuan semasif apapun.

Satu baris yang selalu tak pernah bisa kuhapus dari pikirku.

..perjalanan boleh saja sepanjang apa dan sejauh mana,
tapi tetap saja jejak yang tertinggal akan tetap diam dan senyap di bumi,
mungkin ada hujan ingin menghapusnya,
ku tahu akan sia-sia, karena jejak pun akan menjadi titik airnya,
yang akan kembali pulang ke bumi, yaitu kau !

Barisan kalimat itu yang menghiasi halaman terakhir bukunya, yang nyaris penuh, hanya tersisa tiga lembar saja lagi yang kosong.

Setelah buku itu dia berikan padaku, wanitaku menghilang.
Tak ada kabar, tak ada jejak..

“Sudah sampai, pak !”  Suara supir, menyentakkanku kembali ke alam nyata.

Turun, mengambil ransel, yang tepat di tengahnya berisikan buku merah berisi kata-kata wanitaku,dan buku bersampul hitam berisi sketsa indah punya si merah, di kantong depan.

Hari yang tadinya pagi sudah pelan-pelan menuju siang, langkah harus dihitung lagi..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: