Gas

Pagi-pagi yang hangat di teras rumah, lelaki itu udah santai aja, baca koran, di meja kecil tersaji teh hangat dan pisang keju coklat, juga hangat, *kali ini tanpa pelukan hangat* 😀

Lagi-lagi baca koran dengan beneran di baca, kebiasaan.  Ditambah kebiasaan lainnya, mengomentari berita-berita yang kadang bikin kening berkerut.

“Tabung gas meledak lagi…  Tuh, kan apa saya bilang, udah tau berbahaya, masih aja dijual dipasaran.  Tarik aja tuh, berbahaya..”  Serunya denga ekspresi serius campur kesal.  Saking kesalnya teh hangat nyaris habis dalam sekali hirup, satu pisang keju pun langsung masuk mulut dalam sekali suap. Esmosi, maklumlah.

“Sampeyan juga kelakuan kayak gas tabung gitu, bang” Tiba-tiba aja wanitanya nyolot, nyeletuk, sambil ikutan menyantap pisang keju, juga dalam sekali mangap, lahap !

“Eh, kenapa saya disamakan sama gas tabung ? ”  Mengernyitkan dahi.

“Iya, selalu bisa bikin hati saya ringan melayang dan malah kadang meledak pula..”

si lelaki pura-pura nerusin baca koran, sambil koprol makan dua pisang sekaligus dalam sekali hap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: