a Rainbow

Kamar itu tidak lebar,
cuma empat kali empat meter saja.
Lemari kayu berwarna coklat kukuh di sudut kiri, tepat disamping meja yang di atasnya masih menyala notebook berwarna hitam.

Di sisi kanan adalah televisi dan kepingan cakram padat yang berserakan di atas dvd player. Tepat berseberangan, kasur pegas berlapis seprai coklat terhampar disana.

Dan di atasnya lah, kau duduk.  Tersenyum menggoda.  Tanpa kata.  Hanya tatapan penuh arti.  Sedikit liar, mungkin.  Ah, apa cuma pikiranku saja.

Namun belum sempat aku berpikir lebih jauh.
Kau berdiri, berjalan ke arah pintu, menutupnya.
Lalul sigap menyalakan televisi, yang berisi berita entah tentang apa.
Meninggikan sedkit volumenya.

Lalu menarik tanganku begitu saja, hingga terjatuh tepat di atas dirimu.
Nafas hangatmu jelas terasa, menyapu wajahku.
Menghangat dan semakin terasa panas, menjalar ke sekujur tubuh.

jemarimu perlahan menari,
wangimu semakin menjerat,
dan segala desahan melengkapi segalanya sudah

dan siangpun melarutkan segalanya..
semakin memangsa waktu menuju batasnya

pelangi sore seaakan semburat di sekitarmu
yang tak jua ingin henti berbagi….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: