Tak perlu Rindukan Bulan

Maafkan aku tak punya kumpulan jutaan kata indah untuk disampirkan ke sekujur dirimu.
Bahkan satu pun rasanya hambar, tawar dan berasa dan tak bagus untuk di dengar.
Hey,  bukankah keindahan itu adalah hakikat dirimu.

Tak perlu dan tak mau kau tahu,
bahwa sekelilingku adalah cermin, berpantulan kesana kemari, menabrakkan cahayanya bersilangan di udara bebas lalu meluncur jauh ke langit.

Hanya sekilas ucapan dan desahmu melirih, sekejap berubah menjadi lesatan anak panah berujung kemilau manikam biduri yang menembus lalu melukai hatiku tanpa terasa, lalu pelan melelehkan darah dari titik kecil luka yang membekukan langkah setapak.

Tanpa kau minta alam berubah pun, aku sudah tersungkur dan melesak jauh ke dasar bumi yang terdalam di pusat magma.

Lalu buat apa bermimpi dan memaksa bulan berubah warna ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: