Tapi Kau Tak Merasa Istimewa

“Jangan pandangi aku seperti itu”

“Kenapa ?”

“Biasa saja lah, rese’ lah “

“Tapi kau terlalu indah, sedetik melewatkan dirimu dari pandangan, adalah kerugian besar buatku”

“Jangan lebay, deh..”

“Aku berkata, ya mengatakan apa yang kurasakan, itu saja”

“Tapi kau kan tahu aku, tak ada yang bisa dibanggakan, tak ada yang lebih, semuanya biasa, tak ada yang perlu dipuja dari diriku”

“Itulah dirimu, punya sikap dan pandangan tersendiri, merasa tak ada apa-apanya, merasa tak patut dibandingkan dengan siapapun.  Justru apa adanya dirimu itu, yang membuatku tak ingin kehilangan dirimu..”

“………………..”

“Udah gak usah ditanggapi, biarkan saja dirimu menduduki singgasana tertinggi dalam hatiku, ya ?”

…..
Dan angin yang berhembus sore itu, cuma bisa mengintip sekilas, senyum yang terpulas tipis di wajah memerah yang tertunduk pelan..

Orang yang memang istimewa, dan orang yang merasa dirinya istimewa
ternyata beda
, ya..

Advertisements

One Response to “Tapi Kau Tak Merasa Istimewa”

  1. gerhanacoklat Says:

    duuuh sungguh romantis menduduki singgasana tertinggi di hatimuuu
    saelaaaah

    warm : hehehe, thx ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: