Membayar janji

Wanita itu mengeratkan genggaman tangan pada lelakinya..

“Kamu sudah janji, kan ?”  Sambil menatap dalam sepasang mata hitam di hadapannya.

“Tentu”  Tanpa ragu lelaki itu membalasnya.

“Kalau gitu, pejamkan mata, dan jangan berkata apa-apa..”

“Ok..” Jawaban singkat itu saja yang diucapnya.

Dan hanya satu kata singkat itu pula, yang menjadia satu-satu kata yang sempat ditangkap oleh sepasag telinganya.

…………….

“Kau pernah berjanji akan memberikan nyawamu, jika tidak menepati janjimu, bukan ?”  Lirih saja suaranya.
Ada senyum sinis bercampur sedih, saat perlahan mencabut belati yang menghunjam belasan kali ke dada lelakinya.

tadi pagi,
Wanita itu tak sengaja melihat lelakinya dengan perempuan yang dikenalnya,
perempuan yang merupakan pasangan sah lelaki yang erat memeluknya, saat itu.

..

“ternyata kita sama-sama tidak bisa memegang janji, sayang..”  Kembali suara lirih itu terdengar

Lalu, berjalan pelan ke sisi tebing jurang itu, menjatuhkan dirinya ke udara bebas yang tidak menahan laju tubuhnya, jatuh remuk di dasar sana.

….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: