14 tahun

Ya begitu jumah usia yang dimiliki serang Nova, yang hari-hari terakhir menjadi headline dimana-mana.  Yang katanya dibawa lari lalu ‘bercinta’ dengan seorang lelaki muda yang baru berusia 2 tahun lebih tua dibandingnya.

Media kah yang salah ?
Facebook yang lagi hip dituding sebagai media penyebab kelakuan dua anak muda labil itu, yang mungkin hanya memikirkan senang-senang hari ini dibanding bagaimana nanti menjalani hidup selanjutnya di kemudian hari.

Teringat dengan percakapan dengan seorang anak muda harapan bangsa tadi malam yang kepikiran soal itu.
Apa karena didikan orangtua sekarang beda dengan kerasnya didikan orangtua di masa lalu ?

Atau saya fikir karena penetrasi teknologi yang gila-gilaan dan digunakan tanpa tahu persis efek sampingnya disamping senang-senang berinteraksi dengan bermacam jenis orang.

Ataukah karena degradasi moral yang semakin tak terkendali akibat gempuran informasi yang semakin sulit di filter.

Okelah konten internet dirumah bisa diprotect dengan sgala macam software pembatas arus informasi yang bisa diakses.  Tapi diluar rumah siapa yang tahu ?
Di samping itu, berbagai bacaan dan tontonan yang semakin amburadul tanpa kendali, membuat rasa penasaran semakin menjadi, apalagi bagi yang baru beranjak akil baligh.

Satu pertanyaan yang menggantung tanpa tahu jawabanny juga adalah, bagaimana sih pembentukan pola fikir si anak di rumah.  Apakah penerapan nilai-nilai budaya yang santun sudah luntur.  Atau yang lebih parah, ajaran agama hanya di anggap sebagai bumbu pelengkap saja ?

Benteng utama bagaimana sikap dan kelakuan anak-anak, adalah bagaimana penanaman bagaimana cara menghadapi warna warni dunia ini oleh orangtua.  Yang mungkin oleh orangtua jaman dulu, cenderung keras, namun efektif.
Nah sekarang keras sedikit, bisa-bisa dianggap kekerasan dalam rumah tangga pula, serba salah.

Terkait dengan didikan keras, yang mungkin cenderung terlihat berlebih sekarang.
Seperti tercermin pada kasus yang baru saja saya baca di koran pagi ini.
Dimana seorang anak lelaki berusia 14 tahun (lagi) membunuh bapak kandungnya, karena beliau memukulnya saat pulang begadang.

Mendidik anak, terlalu longgar dan lemah, jelas salah.
Tapi terlalu keras juga sering banyak nggak benarnya.
Bingung ya ?

Tapi bagaimanapun, antisipasi terhadap semua hal yang buruk di jaman edan ini, bagi saya tetaplah harus menjaga dan menanamkan akan nilai-nilai keyakinan agama sebagai benteng dan cermin bagi mereka untu mempertimbangkan langkah sebelum terayun.

Bukankah nantinya ujung-ujungnya pertanggungjawaban hidup kita akan kembali pada-Nya ?

*ah asli puyeng mikir soa ginian đŸ˜¦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: