Biarlah Waktu yang Menguji

Pagi-pagi ini saya bersyukur telah membaca sesuatu yang menyejukkan hati.
Saat melihat status dan note seorang sesepuh bloger, pakdhe mbilung, begitu beliau biasa disapa akrab.

Di notenya, yang juga diposting diblognya, beliau mengungkapkan ucapan terimakasih sederhananya kepada neng, begitu panggilan sayangnya pada istrinya, yang telah mendampingi hidupnya selama 18 tahun.
Ya, delapan belas tahun.  Waktu yang sungguh tidak sedikit untuk dijalani bersama, hidup berdampingan dengan orang yang dipilih,, orang yang terpilih.

Saat pacaran, berkenalan, berkasih-kasihan, bolehlah cinta diumbar, boleh saja kasih sayang diobral.
Tapi sungguh, saat komitmen sama-sama diucapkan dalam ikatan pernikahan, saya rasa mulai titik dan detik itulah, sesuatu yang diagung-agungkan oleh sebagia orang sebagai sesuatu yang dikasih nama cinta, akan dilihat kesungguhannya.

Kalau dulu mungkin yang baik-baiknya saja, cuma bagian permukaannya saja.
Dimasa mulai memasuki gerbang keluarga, semuanya akan memperlihatkan jatidirinya sesungguhnya, dan saat ini lah kasih sayang dua manusia berbeda latar belakang akan mengalami pembuktian akan kesetiaan mereka.

Sungguh, salut saya buat pakdhe dan budhe.
Smoga tetap saling bahagia dan membahagiakan sampai jatah hidup didunia berakhir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: