Buat Yang Jauh ..

Salah satu faktor yang kadang dialami oleh sepasang manusia yang lagi cinta-cintaan, adalah jarak

Ya catet itu, jarak.
dan otomatis temennya si jarak, yaitu waktu ikut serta nempel menemani.
Kompak pokoknya dua unsur itu.

Dan sialnya, gak jarang jarak dan waktu itu jumlahnya gak kira-kira.
Lebih dari sekedar terpisah selat dan lautan, ataupun gunung dan berjuta lembah
Waktu yang menemaninya pun, gak sekedar satu jam saja, kayak lagu itu.

Konon, menurut wikipedia, jauh-jauhan itu adalah diesbut juga dengan LDR yang artinya adalah indespay endespoy weleh weleh….. panjang pokoknya, cek sendiri lah di web nya sana 😀

Walaupun katanya teknologi sekarang memungkinkan untuk membuat jarak yang ajigile halah tak terkira, bisa terasa dekat.
Walau sekarang bisa nelpon sambil ngintip muka si yayang.
Tapi ya tetap beda, katanya sih satu sentuhan lebih berarti dari jutaan kata-kata.
Intinya keberadaan person yang dirindukan disisi, tak akan tergantikan dengan teknologi secanggih apapun.

Nahh, berdasarkan fenomena di atas,
menurut saya, LDR itu bukan singkatan dari long distance relationship,
akan tetapi saya jabarkan menjadi tiga unsur lain, yaitu :

  1. Lemes
    Kalo rasa rindu dan kangen band sudah menggelora, bikin lutut gemeteran, demam tanpa ada penangkalnya, kompres sejibun juga gak mempan. 
    apalagi kalo ada kabar nggak mengenakkan tentang derinya disana, wah jadi pengen gigit-gigit tembok mungkin.
  2. Dongkol
    Rasa ini muncul kalo yang dihubungi gak bisa dihubungi.  Semua jalur komunikasi serasa tertutup.  Padahal, kadang baru satu jam ga ada SMS, sehari ga ada email, sebulan ga ada surat dan setahun ga ada kiriman duit hehehe.
    Parahnya yang didongkolin kadang cuek tak ngerti perasaan yg dongkol *mbulet*
  3. Rese’
    Alias gelisah sendiri.  Pokoknya buat orang disekelilingnya, jadi gak enak diliat, dan gak nyaman di deketin.  Lah dideketin dikit, curhat soal yag jauh .  Liat infotainments soal pasangan artis yang lagi gontok-gontokan, serasa dirinya yang jadi artis.  Belum lagi pas jalan-jalan di jalan kenangan, macem-macem aja ulahnya, dari tiba-tiba pengen berhenti pengen singgah di tengah jalan, sampai ngajak sopir ngebut cepat-cepat takut teringat akan dirinya.  Bener-bener bikin rese.

Kalau ada yang bilang rindu itu indah tapi menyakitkan,
fikir-fikir lagi,
karena itu bisa jadi bener adanya 😀

Baiknya gimana ?
ya nikmati saja derita anda,
soalnya berani berbuat artinya berani bertanggung jawab

Hadoh, ngaco jadinya,
maksudnya, ya
kalau yang jauh itu bener-bener pilihan,
ya pertahankan dong, maju terus pantang mundur.

Soal jarak dan waktu tadi, biasalah..
paling ntar ketemu lagi.
okeh !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: