Memutar padamu

Lelaki itu tenang di belakang kemudi.
Memasuki gerbang batas luar kota, meluncur pelan saja.
Nothing but love memantul-mantul di ruang kabin.
Sesekali meningkahi saat memasuki reff.

Itu lima menit yang lalu, sebelum matanya melihat layar telepon genggamnya berkedip-kedip di dashboard.

Menepikan mobil perlahan, di sisi kiri tentu, tepat di bawah rindang pohon mahoni.
Lima belas menit tak terasa, cuma sekedar berbalas pesan singkat.

Setelah satu pesan terakhir, memaksakan senyum terbit di bibirnya.
Sedan tua itu kembali memasuki jalan raya.

Nothing but love mengalun lagi.
Tapi otaknya masih terpengaruh percakapan tanpa suara tadi.

Menimbang-nimbang, lalu menjumput telepon genggamnya yang tergeletak di jok kirinya.
Tangan kirinya, mengaktifkan headset.
Menekan shortcut yang sudah dihapalnya di luar kepala.

Mendengarkan nada sambung,
lalu ringtone love of my life-nya queen.

Cuma perlu tujuh detik,
Sebelum suara indah disana menghentikan freddy mercury menyayat.

“hey. ada apa lagi ?”
Dibiarkannya suara itu menggantung di udara.
Menyesap indahnya.

Lalu tersenyum, menjawab singkat.
“Aku kesana..”

Dan empat roda itu pun berputar arah…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: